Panglima TNI janji hak dan masa depan keluarga prajurit gugur di Lebanon

1 month ago 13

Cimahi, Jawa Barat (ANTARA) - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan komitmen negara untuk menjamin seluruh hak dan masa depan keluarga prajurit yang gugur saat menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon.

Selain kenaikan pangkat, Agus memastikan dukungan finansial dan pendidikan bagi ahli waris dari seluruh prajurit TNI dalam Satgas Kontingen Garuda yang gugur di Lebanon, akan diberikan secara maksimal.

"Yang pertama akan diberikan KPLB (Kenaikan Pangkat Luar Biasa) kepada seluruhnya, dan kemudian hak-hak yang lain dari Asabri (asuransi) mungkin Rp350 juta akan diberikan," ujar Agus selepas melayat ke rumah duka salah satu prajurit TNI yang gugur di Lebanon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Cimahi, Jawa Barat, Rabu.

Agus merinci bahwa negara juga memberikan beasiswa pendidikan sebesar Rp30 juta bagi anak almarhum, dengan komitmen pengawalan proses sekolah hingga dewasa.

Dari sisi kesejahteraan keluarga, Agus mengatakan TNI juga akan memberikan gaji penuh sebesar 100 persen selama 12 bulan ke depan, ditambah tabungan hari tua yang dihitung sejak awal masa dinas militer.

Terkait proses repatriasi, Panglima TNI menyatakan pihaknya tengah berkoordinasi intensif untuk memulangkan jenazah ke tanah air.

"Akan segera kita urus pemulangan ke Indonesia. Sedang diurus oleh Komandan PMPP (Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian)," ucapnya.

Sementara itu, mengenai kondisi prajurit lain yang terluka dalam serangan pada misi perdamaian di Lebanon tersebut, Agus mengonfirmasi bahwa mereka telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit setempat.

"Sudah ada di rumah sakit, sudah dirawat dengan baik, dan kita doakan semuanya cepat pulih," tutur Agus.

Sebelumnya, tiga personel TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dikabarkan gugur saat bertugas di Lebanon pada Maret 2026 ini.

Berdasarkan data TNI, mereka yang gugur adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar.

Fahrizal meninggal akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, Minggu (29/3). Sedangkan Nur Ichwan dan Zulmi meninggal akibat ledakan kendaraan di dekat Bani Haiyyan, Senin (30/3).

Baca juga: RI tuntut PBB selidiki serangan Israel terhadap prajurit TNI di UNIFIL

Baca juga: Prabowo berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian

Baca juga: TNI jelaskan kronologi gugurnya dua prajurit saat konvoi di Lebanon

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |