Lampung Tengah (ANTARA) - Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung menyatakan bahwa panen perdana demfarm Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM AAS) di Desa Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah berhasil mencapai rata-rata 11,2 ton per hektare.
"Hari ini kita menghadiri panen perdana demfarm PM AAS yang merupakan program nasional Menteri Pertanian, sebagai upaya mempertahankan swasembada pangan berkelanjutan," ujar Kepala BRMP Lampung Endro Gunawan di Lampung Tengah, Kamis.
Ia mengatakan sistem PM AAS tersebut menggunakan pendekatan intensifikasi, dengan menambah populasi tanaman, menggunakan pupuk organik dan sarana pendukung produksi lainnya, sedangkan lahan yang digarap seluas 100 hektare.
Dia menjelaskan dalam pelaksanaannya melibatkan empat kelompok tani, dengan jumlah petani pelaksana program sebanyak 77 orang petani.
Baca juga: Kementan: Panen padi program PM-AAS di Sidrap tembus 11,2 ton/hektare
"Tanam perdana demfarm PM AAS dilaksanakan pada 31 April 2026 secara bertahap sampai dengan 20 Mei 2026 dengan menggunakan benih padi varietas Inpari 32 dan Inpari 49," ucap dia.
Panen perdana demfarm PM AAS tersebut dilakukan pada 7 Agustus 2026 dengan hasil ubinan sebanyak 10,6 ton per hektare. Selanjutnya dilakukan ubinan kedua pada 13 Agustus dengan hasil 11,4 ton pe hektare, dan ubinan ketiga di 18 Agustus dengan hasil mencapai 11,7 ton per hari.
"Dari hasil tiga kali ubinan tersebut, didapat rata-rata produksi sebesar 11,2 ton per hektare," tambahnya.
Baca juga: Mentan minta PPL dan kepala dinas se-Indonesia kawal pertanian PM-AAS
Menurut dia, telah dilakukan pula sejumlah intervensi dari Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah untuk memaksimalkan produksi lahan sawah yang menerapkan PM AAS, seperti bantuan combine harvester sebesar satu unit, penambahan kuota pupuk bersubsidi, bantuan pupuk hayati cair.
"Kemudian irigasi perpompaan sebanyak lima unit, jalan usaha tani sepanjang satu kilometer, jaringan listrik masuk sawah, saprodi berupa benih dan dolomit serta pendampingan penyuluh," ujar dia.
Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































