Pagari Pasia Laweh Agam didekati harimau saat penanganan konflik

3 hours ago 1
Tim Pagari Pasia Laweh memasang dua unit kamera treap di lokasi tersebut

Lubuk Basung (ANTARA) - Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat sempat didekati dengan satwa harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) saat melakukan penanganan konflik satwa liar tersebut di Tabuah-Tabuah, Sabtu.

"Kami sempat didekati dengan harimau dengan jarak sekitar lima meter dan ini pengalaman pertama saya ketemu harimau sumatera secara langsung," kata Ketua Tim Pagari Pasia Laweh, Bambang Purnama di Lubuk Basung, Sabtu

Ia mengatakan, harimau tersebut bertemu saat Tim Pagari beserta masyarakat Tabuah-tabuah, Jorong Palupuh, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, melakukan penanganan konflik satwa jenis harimau dengan manusia.

Saat itu, tambahnya Tim Pagari Pasia Laweh beserta masyarakat Tabuah-Tabuah memasang kamera treap atau jebak di lokasi masyarakat setempat melihat harimau sumatera, Sabtu (28/2) pagi.

Baca juga: Lebih dari 70 harimau mati misterius dalam sebulan di taman Thailand

Tim Pagari Pasia Laweh memasang dua unit kamera treap di lokasi tersebut.

Pemasangan kamera pertama di lokasi warga melihat harimau keluar dari semak-semak di lahan sawah milik warga dan kamera kedua di perbukitan tidak jauh dari lokasi itu.

"Saat memasang kamera treap, keluar seekor harimau sumatera tidak jauh dari lokasi kami berada. Harimau menghindar dari posisi kami dengan jumlah sembilan orang," katanya.

Sementara Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar Ade Putra menambahkan warga setempat juga melihat harimau sumatera sebelum Tim Pagari Pasia Laweh melihat satwa dilindungi itu.

"Harimau sumatera juga muncul di Ladang Ateh, Nagari Pasia Laweh dan sempat diabadikan oleh warga menggunakan telpon genggam miliknya. Video kemunculan harimau viral di media sosial," katanya.

Ia menambahkan, BKSDA Sumbar memasang enam kamera treap di titik jalur satwa berdasarkan jejak kaki atau cakaran .

Kamera untuk identifikasi, usia, jenis kelamin dan memantau pergerakan satwa liar, terutama merespons laporan warga mengenai video kemunculan harimau sumatera di lahan perkebunan milik warga.

"Pemasangan kamera untuk beberapa hari ke depan dalam memastikan apakah individu-nya sama," katanya .

Ia mengimbau masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas dulu di sekitar lokasi kemunculan harimau sumatera, mengandangkan ternak dan lainnya.

Baca juga: KSDA Lampung sebut jejak kaki satwa di kebun nanas tapak harimau

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |