Jakarta (ANTARA) - Pasar otomotif China pada awal tahun ini mengalami penjualan yang cukup tersendat, beberapa pabrikan besar mengakali kendala tersebut dengan menghadirkan tenor yang panjang hingga tujuh tahun seperti yang dilaporkan oleh CarnewsChina, Jumat.
Pabrikan besar yang menghadirkan jangka waktu cukup panjang ini diketahui adalah BYD, Tesla dan juga Xiaomi.
Menurut laporan, upaya memperpanjang masa pinjaman ini juga dibarengi dengan bunga yang cukup rendah agar masyarakat memiliki ketertarikan untuk membeli kendaraan baru.
Baca juga: Geely salip penjualan mobil penumpang BYD di China pada Januari 2026
Pada 25 Februari 2026, unit penjualan Ocean Network milik BYD mengumumkan kampanye promosi yang menawarkan pinjaman berbunga rendah hingga tujuh tahun, tanpa uang muka, dan pembayaran harian serendah 29 yuan untuk berbagai model, termasuk seri Seal, Sealion, Dolphin, dan Seagull.
Diyakini program ini memiliki nilai positif untuk pertumbuhan penjualan, Tesla, Xiaomi, Nio dan juga jenama dari afiliasi Geely mengikuti jejak tersebut untuk bisa bersaing.
Sementara sub-merek off-road BYD, Fangchengbao, mengumumkan bahwa program pembiayaan serupa untuk versi Bao 5 jarak jauh dan lini Tai 7.
Baca juga: Toyota kembali pecahkan rekor penjualan global di tahun 2025
Kebijakan ini menawarkan pinjaman tujuh tahun dengan suku bunga serendah 1,5 persen dan uang muka minimum 32.000 yuan hingga akhir Maret 2026.
Para pengamat industri mengatakan bahwa gelombang perpanjangan pembiayaan ini bertepatan dengan kinerja pasar yang lemah di sektor kendaraan penumpang China pada bulan Januari.
Menurut data yang dirilis oleh Asosiasi Mobil Penumpang China, penjualan ritel mobil penumpang nasional pada Januari 2026 mencapai sekitar 1,544 juta unit. Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 13,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga: Penjualan dan laba anjlok, sejumlah diler Audi di China tutup mendadak
Penjualan ritel kendaraan energi baru (NEV), termasuk kendaraan listrik baterai dan hibrida plug-in, berjumlah sekitar 596.000 unit, turun 20 persen dibandingkan Januari 2025, dan penetrasi NEV turun menjadi sekitar 38 persen dari total penjualan ritel.
Pengiriman ritel merek domestik China juga turun hampir 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga: Geely Holdings menargetkan penjualan global sebanyak 6,5 juta unit
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

















































