Orang tua wajib menguasai pengasuhan digital demi motorik anak

1 month ago 25
...Banyak orang tua saat ini mencari jalan pintas dengan memberikan gawai agar anak diam sementara mereka sibuk sendiri

Samarinda (ANTARA) - Psikolog di Kalimantan Timur Nuraida Wahyu Sulistyani menyatakan bahwa para orang tua diwajibkan menguasai keterampilan pengasuhan digital demi menyelamatkan perkembangan motorik anak dari ancaman kecanduan gawai harian.

"Banyak orang tua saat ini mencari jalan pintas dengan memberikan gawai agar anak diam sementara mereka sibuk sendiri, termasuk membuat konten," ujar Nuraida di Samarinda, Sabtu.

Ketua Majelis Psikologi Wilayah Kalimantan Timur itu menyoroti bahwa interaksi satu arah dari layar gawai sangat menghambat kemampuan sensorik dan motorik fisik anak pada masa usia emas satu hingga lima tahun.

Menurut dia, pengenalan teknologi pada anak usia dini sebenarnya masih diperbolehkan asalkan tepat sasaran dan disesuaikan dengan tahapan perkembangan usia mereka.

Baca juga: Psikolog: Media sosial penuhi kebutuhan identitas remaja

Nuraida juga mengkritik tajam tindakan orang tua yang sengaja mengeksploitasi privasi anak menjadi konten media sosial hanya demi mendulang pengikut atau meraup keuntungan finansial.

"Setiap anak memiliki harga diri utuh sehingga mereka mungkin tidak ingin diekspos secara publik ketika sedang sakit atau dalam kondisi berkebutuhan khusus," ujarnya.

Oleh karena itu, kata Nuraida, orang tua beserta seluruh anggota keluarga terdekat dituntut bersinergi mempelajari pengasuhan era digital sebelum memaksakan anak belajar hal lain.

Selain itu, praktisi psikologi tersebut tidak menyarankan balita diikutkan ke dalam pembelajaran bahasa asing meski lewat ranah digital, karena stimulasi tersebut salah sasaran.

Baca juga: Psikolog ingatkan efek negatif media sosial terhadap perilaku remaja

Anak pada rentang usia tersebut belum mampu mencapai tahap memahami atau menganalisis suatu informasi, melainkan baru sebatas meniru rutinitas lingkungan sekitarnya.

Nuraida menegaskan bahwa orang tua seharusnya memfokuskan keseharian balita pada aktivitas fisik di lapangan terbuka untuk mengasah langsung kelincahan motorik kasar maupun halus.

"Aktivitas sederhana seperti belajar menggunting kertas, menggambar bentuk bebas, atau bermain sepeda dinilai jauh lebih krusial dibandingkan memaksakan kursus akademis dini," ungkap dia.

Kapasitas kecerdasan intelektual seorang balita, ucap Nuraida, akan otomatis terbentuk dan berkembang maksimal secara alami mengikuti tingkat kematangan fungsi motoriknya.

"Sebagai upaya lanjutan, para orang tua mesti selalu selektif dalam memilihkan sekolah yang kurikulum pendidikannya benar-benar menjamin kesesuaian dengan setiap tahap tumbuh kembang anak," demikian Nuraida.

Baca juga: Psikolog ingatkan orang tua bangun kualitas kebersamaan dengan anak

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |