Pekanbaru, (ANTARA) - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau telah menyemai 3 ton garam untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan dengan fokus pada wilayah pesisir, yakni Kabupaten Siak dan Bengkalis.
Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau Jim Gafur mengatakan kedua daerah itu masing-masing dilaksanakan sebanyak satu sortie. Dimana setiap sortienya sebanyak satu ton garam (NaCl) disemai.
Baca juga: BNPB tambah heli dan lanjutkan OMC tahap tiga tangani karhutla Riau
"Pada hari pertama pelaksanaan OMC, garam yang disemai sebanyak satu ton, sehingga saat ini sudah tiga ton garam disemai melalui kegiatan OMC,” katanya di Pekanbaru, Kamis.
Ia mengatakan pelaksanaan OMC di Riau menggunakan Pesawat Cessna Grand Caravan 208B Reg : PK-AKR bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Tujuan operasi OMC ini, selain untuk pemadaman titik api, juga untuk pembasahan lahan yang rawan kebakaran hutan dan lahan.
Hal itu dilakukan karena berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika curah hujan mulai berkurang di Riau. Menurutnya, OMC direncanakan dilakukan selama satu pekan dengan bahan semai Nacl yang tersedia sebanyak 8.500 kilogram atau 8,5 ton.
Sementara itu, untuk kondisi karhutla, saat ini tim gabungan masih melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis. Di lokasi ini, masih ditemukan asap tipis di lokasi yang terbakar sebelumnya.
Baca juga: BMKG lakukan modifikasi cuaca di Riau, cegah kebakaran lahan gambut
Baca juga: Operasi Modifikasi Cuaca di Riau sudah sebar 6,4 ton garam
“Di Rupat tinggal asap tipis dan saat ini masih dilaksanakan pendinginan oleh tim gabungan,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Riau menetapkan status siaga darurat karhutla pada 13 Februari lalu. Setelah itu, BPBD Damkar Riau langsung meminta dukungan dari pemerintah pusat berupa helikopter water bombing, patroli dan juga operasi modifikasi cuaca.
Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































