OpenAI memperlambat pengembangan model Astra

2 weeks ago 13

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan kecerdasan artifisial OpenAI menangguhkan pengerjaan beberapa aspek dari model kecerdasan buatan Astra mendatang setelah dalam peninjauan internal mendapati kemajuan signifikan model itu dalam kemampuan agentic coding dan keamanan siber.

Publikasi TechCrunch mengutip pernyataan OpenAI di blog perusahaan pada Jumat (7/8) yang menyebutkan bahwa model yang masih dalam tahap pengembangan tersebut telah mencapai "ambang batas keamanan siber kritis."

Artinya, model kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) itu dapat secara independen mengidentifikasi dan melakukan serangan siber terhadap sistem lain yang bekerja di dunia nyata meski telah terlindungi secara baik.

"Evaluasi awal kami menunjukkan kinerja yang cukup kuat sehingga kami tidak dapat mengesampingkan kemungkinan adanya tingkat kapabilitas Kritis pada saat ini," demikian pernyataan OpenAI.

Berdasarkan "Kerangka Kerja Kesiapan" yang dibuat OpenAI pada 2023, situasi tersebut dapat memicu penerapan langkah-langkah pengamanan tambahan.​​​​​​​

Baca juga: OpenAI luncurkan perangkat keras pertamanya, Codex Micro

OpenAI menyampaikan bahwa Astra adalah model yang akan datang dan tidak terlibat dalam insiden eksploitasi Hugging Face.

OpenAI sebelumnya disorot karena model AI lain milik perusahaan yang belum dirilis sempat membobol sistem layanan Hugging Face dalam pengujian internal.

Kejadian tersebut diverifikasi sebagai insiden pertama ketika laboratorium AI kehilangan kendali atas model AI-nya.

Setelah itu, OpenAI dan laboratorium AI seperti Anthropic mengungkapkan insiden sejenis di mana model AI membobol sandbox atau lingkungan pengujian terisolasi mereka dan menimbulkan ancaman dalam pengujian keamanan siber.

Baca juga: Apple duga mantan karyawannya bocorkan data rahasia ke OpenAI

OpenAI menyatakan, perusahaan membagikan informasi mengenai pengembangan Astra karena meyakini pentingnya "sikap transparan kepada publik serta komunitas keselamatan dan keamanan mengenai potensi perubahan kapabilitas ini."

Perusahaan menyampaikan bahwa mereka telah menindaklanjuti insiden dalam pengembangan Astra, termasuk memberlakukan kontrol keamanan yang lebih ketat dan menghentikan sementara aktivitas internal yang melibatkan Astra yang tidak memenuhi standar keamanan yang diperketat.

OpenAI menyatakan bahwa mereka bekerja sama dengan lembaga pemerintah terkait dan "organisasi keamanan AI terpilih" untuk menguji kemampuan model Astra.

Kejadian-kejadian sebagaimana yang terjadi dalam pengembangan model Astra memicu beragam reaksi dari para ahli keamanan siber, pembuat kebijakan, dan laboratorium AI.

Ada yang menganggapnya sebagai kemajuan mengesankan, adapula yang mengkhawatirkan dampaknya dan mendorong pengetatan pengawasan.

​​​​​​​​​​​​​​Baca juga: Microsoft gunakan model AI sendiri untuk menekan biaya

Baca juga: Penelitian baru tunjukkan kemampuan AI merancang genom virus

Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |