Nyamannya Lebaran tanpa petasan dan kembang api

5 hours ago 2

Bondowoso (ANTARA) - Hari Raya Idul Fitri di Indonesia, yang juga dikenal dengan sebutan Lebaran, seringkali diwarnai dengan berbagai tradisi lokal yang menyertai, termasuk kebiasaan menyalakan petasan atau kembang api.

Menyalakan petasan dan kembang api adalah bagian dari tradisi lokal Lebaran di Indonesia meskipun asal-usulnya diduga merupakan asimilasi dari budaya masyarakat Tionghoa.

Munculnya persaingan di tengah semaraknya Lebaran membuat masyarakat sering berlomba untuk menyalakan petasan dan kembang api dengan daya ledak tinggi dan suara yang lebih keras.

Selain menimbulkan rasa tidak nyaman karena memekakkan telinga dan membuat kaget yang mendengar, tidak jarang tradisi menyalakan petasan dan kembang api juga membawa korban jiwa. Selain konsumen, yakni masyarakat pengguna produk petasan dan kembang api, korban meninggal juga seringkali menimpa produsen, terutama untuk skala produksi rumahan.

Beberapa kasus pembuatan petasan dan kembang api yang menimbulkan ledakan keras yang menyebabkan sejumlah rumah hancur. Ledakan itu seringkali juga melukai produsen petasan dan masyarakat di sekitar rumah produksi petasan itu, Tidak jarang menyebabkan korban meninggal dunia.

Aparat kepolisian yang merupakan representasi hadirnya negara untuk menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat telah mengeluarkan larangan pembuatan dan penyalaan petasan serta kembang api, terutama menjelang dan saat Lebaran.

Bahkan, kalangan ulama yang bertugas menjaga moral masyarakat Muslimin juga sudah mengeluarkan fatwa bahwa menyalakan petasan atau kembang api hukumnya haram, apalagi yang memproduksi.

Meskipun demikian, tidak serta merta masyarakat meninggalkan tradisi berbahaya itu, yakni menyalakan dan membuat petasan atau kembang api.

Masyarakat Muslim menyikapi larangan dari kepolisian dan fatwa ulama itu tidak sama dengan menyikapi hukum pencurian, minuman keras, dan lainnya. Bunyi petasan pada malam takbiran dan hari H, yakni setelah pelaksanaan shalat Idul Fitri, tidak segara hilang dari kenyataan perayaan Lebaran di masyarakat kita.

Bondowoso

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |