Latihan kekuatan untuk wanita dinilai bantu jaga keseimbangan hormon

5 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Latihan kekuatan dinilai bisa membantu menyeimbangkan kadar hormon yang berdampak pada kesehatan wanita.

Menurut laporan Hindustan Times, Sabtu (21/3) waktu setempat, latihan kekuatan dikenal resistance training atau weight training, berupa serangkaian aktivitas fisik yang bertujuan meningkatkan kekuatan, tenaga, dan daya tahan otot dengan membuat otot bekerja melawan beban atau gaya.

Latihan ini bisa dilakukan dengan beban di gym, resistance band, atau bahkan berat badan sendiri seperti squat dan push-up.

Pakar longevity lulusan Cornell University, Dr. Vassily Eliopoulos, menjelaskan latihan kekuatan membantu wanita dalam menjaga keseimbangan hormon.

Baca juga: Tujuh latihan kekuatan untuk turunkan berat badan bagi pria 40 tahun

Baca juga: Park Seo-joon intensifkan latihan kekuatan demi "Dream"

Latihan ini bisa dilakukan dengan beban di gym, resistance band, atau bahkan berat badan sendiri seperti squat dan push-up tidak hanya terbatas pada manfaat untuk otot.

“Latihan kekuatan bukan hanya tentang otot,” ujar dia.

Adapun latihan kekuataan juga bisa jadi salah satu cara efektif untuk mengatur hormon seperti estrogen, progesteron, insulin, kortisol, testosteron.

Oleh karena itu, dinilainya untuk mengatasi gejala ketidakseimbangan hormon seperti PMS, perubahan suasana hati, kelelahan, dan lemak yang sulit hilang, hanya mengandalkan kardio dan makan sehat saja tidak cukup.

Menurut Dr. Vass, latihan kekuatan membantu mengurangi kelebihan estrogen dan secara alami meningkatkan kadar progesteron.

Keseimbangan kedua hormon ini dapat menghasilkan seperti kurang sindrom pramenstruasi (PMS), lebih sedikit perubahan suasana hati, serta siklus menstruasi yang lebih stabil.

Tak hanya itu, semakin banyak massa otot, semakin tinggi penggunaan glukosa oleh tubuh. Hal ini menurunkan kadar gula darah dan mencegah lonjakan gula darah, sehingga kebutuhan insulin berkurang.

Keseimbangan insulin mendukung energi yang stabil, fungsi otak, ovulasi, maupun mengontrol nafsu makan.

Latihan kekuatan secara rutin membantu meningkatkan ketahanan sistem saraf.

“Ini melatih tubuh untuk menghadapi stres tanpa terus-menerus berada dalam kondisi peradangan,” tutur Dr. Vass.

Jika seseorang merasa tidak mudah lelah, itu menjadi tanda peningkatan regulasi hormon.

Latihan kekuatan juga dinilai menjaga kesehatan hormon saat perimenopause. Memasuki usia 40-an, kadar estrogen dan progesteron mulai menurun.

Pada tahap ini, latihan kekuatan secara rutin membantu menjaga kepadatan tulang, mengurangi lemak perut, menstabilkan suasana hati, mencegah kehilangan massa otot (sarkopenia).

Selain itu, latihan kekuatan juga dinilai mendukung testosteron. Meskipun dikenal sebagai hormon utama pria, testosteron juga berperan penting dalam kesehatan wanita.

Adapun manfaatnya dari itu meliputi meningkatkan libido, meningkatkan rasa percaya diri, membentuk otot yang lebih ramping, serta peningkatkan ketajaman mental.

“Latihan kekuatan adalah cara yang terbukti untuk meningkatkan androgen tanpa menyebabkan ketidakseimbangan,” imbuh Dr. Vass.

Baca juga: "Strength training" kian berperan pada pemulihan cedera

Baca juga: Kekuatan tubuh bagian bawah berkaitan dengan umur panjang

Baca juga: Banyaklah bergerak meski sebagai karyawan yang sibuk, kata dokter

Penerjemah: Sri Dewi Larasati
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |