Jakarta (ANTARA) - Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ustadz Alhafiz Kurniawan menyampaikan hukum mengenai niat puasa Ramadhan yang wajib dilakukan setiap malam hari menurut mazhab (aliran) Syafi'i.
Alhafiz menjelaskan, pada dasarnya, tidak ada satu hukum tunggal terkait niat puasa, tetapi menurut mazhab Syafi'i yang mayoritas dianut oleh masyarakat Indonesia, menegaskan apabila seseorang lupa niat puasa pada malam hari, maka puasanya dinyatakan tidak sah.
"Yang dipraktikkan di masyarakat Indonesia, yang mayoritas mengikuti mazhab Syafi‘i, umumnya menyatakan bahwa niat puasa wajib dilakukan pada setiap malam," katanya di Jakarta, Sabtu.
Dosen Agama Islam Universitas Indonesia (UI) itu menjelaskan, pandangan tersebut didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang berbunyi Man lam yubayyit an-niyyata qabla al-fajri falā ṣiyāma lahu, artinya "Barang siapa yang tidak berniat (puasa) pada malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya."
"Makna falā ṣiyāma lahu adalah tidak ada puasa baginya, artinya puasa tersebut tidak sah. Dalam pandangan mazhab Syafi‘i, niat setiap malam menjadi wajib," ujar Alhafiz.
Ia menjelaskan, meski puasa Ramadhan dilaksanakan selama satu bulan penuh, setiap harinya dianggap sebagai ibadah yang terpisah. Oleh karena itu, di setiap malam sebelum tidur, umat Muslim harus memasang niat di dalam hati sebelum masuk waktu Subuh.
"Memasang niat di sini bukan berarti harus dilafalkan, melainkan menghadirkan niat dalam hati. Jika tidak dilakukan sebelum fajar, maka berdasarkan pemahaman mazhab Syafi‘i, puasanya tidak sah," tuturnya.
Namun, dalam pandangan mazhab lain seperti mazhab Maliki, niat di awal bulan untuk satu bulan penuh dianggap cukup karena puasa Ramadhan dipandang sebagai satu rangkaian ibadah yang utuh selama sebulan, bukan ibadah yang terpisah setiap harinya.
"Dengan demikian, niat yang dilakukan pada awal Ramadan sudah mencakup seluruh rangkaian puasa selama satu bulan," kata Ustadz Alhafiz Kurniawan.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Citro Atmoko
Copyright © ANTARA 2026


















































