"Ngapungkeun" Balon, cara warga Garut merawat kebersamaan saat Lebaran

6 hours ago 1

Garut (ANTARA) - Banyak cara umat Islam di Indonesia merayakan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Sebut saja Grebeg Syawal di Yogyakarta, Pawai Pengon di Jember, Jawa Timur, Ronjok Sayak di Bengkulu, dan Perang Ketupat di Kudus, Jawa Tengah.

Begitu juga ada tradisi Ngapungkeun (menerbangkan) Balon atau dari bahan kertas berukuran raksasa yang digelar masyarakat Kampung Panawuan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat saat Hari Raya Lebaran.

Momen ngapungkeun balon itu selalu dinanti masyarakat Kampung Panawuan, seperti pada Idul Fitri 1447 Hijriyah. Setelah shlat Id, warga berbondong-bondong mendatangi lokasi penerbangan balon yang tersebar di beberapa tempat di daerah itu, salah satunya di halaman SDN Sukajaya.

Warga semakin bersemangat karena Lebaran tahun ini kondisi cuaca sangat cerah dengan langit biru, sehingga dipastikan proses penerbangan balon raksasa itu akan sempurna dan terlihat jelas.

Tampak kegembiraan warga yang hadir. Juga raut-raut wajah yang tidak sabar ingin segera melihat balon terbang tinggi. Tidak lama kemudian teriakan ceria saling bersahutan terdengar riuh di lapangan terbuka, menandakan balon sudah mulai terbang.

Ungkapan gembira itu disampaikan seorang warga setempat, Syakira Salwa (17), yang menyaksikan langsung proses menerbangkan balon raksasa. Dia mengaku senang ketika balon mulai terbang dan menjauh dari bumi.

Wanita pelajar itu mengaku momen seperti itu selalu dinanti saat Lebaran karena pada ajang itu bisa berkumpul bersama dengan kerabat dan teman-teman untuk melihat penerbangan balon besar.

"Ini adalah hal yang ditunggu-tunggu di Hari Raya Idul Fitri, bareng sama teman-teman, saudara-saudara di sini," kata dia.

Bagi masyarakat Panawuan, menerbangkan balon bukan sekadar hiburan, tapi ini sebagai tradisi yang sudah menjadi bagian dari warisan budaya sejak tahun 1960-an yang mempererat kebersamaan warga setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.

Sejumlah warga menyaksikan proses menerbangkan balon raksasa di Kampung Panawuan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (20/3/2026). (ANTARA/Feri Purnama)

Nilai gotong royong

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |