Museum di China gunakan teknologi untuk hidupkan pengalaman imersif

3 hours ago 3

Anhui (ANTARA) - Di kaki Gunung Helan yang terletak di Yinchuan, ibu kota Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia, China barat laut, sebuah lorong di dalam Museum Makam Kekaisaran Xixia disulap menjadi replika pemandangan jalanan yang ramai dari seribu tahun silam selama liburan Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek.

Para aktor yang mengenakan kostum tradisional dari masa Dinasti Song (960-1279) dan Dinasti Xixia (1038-1227) menyambut para wisatawan, sementara citra "Flying Apsaras", sosok surgawi dari mural kuno, tampak menari di tengah permainan cahaya dan kabut buatan.

Pertunjukan imersif bertajuk "Pertemuan Musikal Xixia" (Xixia Musical Gathering) menjadi suguhan utama dalam rangkaian perayaan Tahun Baru di museum tersebut.

Dengan menyulap lorong sepanjang 300 meter menjadi panggung yang dinamis, acara ini menghadirkan kembali suasana hidup mengenai koeksistensi multietnis dan perpaduan budaya di China sekitar 1.000 tahun silam, sekaligus menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung untuk "berjalan-jalan sambil menonton".

"Rasanya seperti pengalaman perjalanan waktu yang sesungguhnya," ungkap Wang Fei, seorang wisatawan dari Provinsi Shanxi, China utara, yang berkunjung bersama keluarganya.

Wang menuturkan bahwa anak-anaknya sangat antusias untuk berinteraksi dengan para penampil yang memerankan tokoh sejarah dan menjajal berbagai permainan tradisional seperti "pitch-pot" atau "tuho" (melempar anak panah ke dalam wadah) dan panahan.

"Dengan teknologi dan berbagai aktivitas budaya yang memberdayakan museum, sejarah kini menjadi lebih hidup dan mudah diakses. Hal ini memungkinkan generasi muda untuk benar-benar memahami keindahan budaya tradisional sembari bersenang-senang," ujar Wang, menambahkan bahwa pengalaman tersebut membuat Festival Musim Semi menjadi lebih bermakna.

Chen Xiaoxu, kepala pemasaran di Xixia Imperial Tombs Cultural Tourism Development Co., Ltd., mengatakan bahwa pertunjukan tersebut menampilkan lebih dari 50 aktor profesional, dengan kostum dan pengaturan suasana pasar yang direkonstruksi berdasarkan artefak museum dan dokumen sejarah.

"Kami bertujuan untuk mengubah stereotip bahwa Makam Kekaisaran Xixia hanyalah sekadar 'gundukan tanah' dan sebaliknya, kami menggunakan pengalaman imersif untuk menyampaikan nilai dari Situs Warisan Dunia tersebut," papar Chen, seraya menyebutkan adanya lonjakan signifikan dalam jumlah pengunjung berkat penampilan tersebut.

Antusiasme wisatawan di Ningxia mencerminkan tren nasional, seiring dengan munculnya wisata museum sebagai cara baru bagi banyak orang untuk merayakan Tahun Baru Imlek.

Di seluruh negeri, berbagai museum mulai beralih dari sekadar pameran statis dengan mengadopsi aktivitas interaktif dan imersif guna menarik kerumunan pengunjung selama masa liburan.

Di Provinsi Henan, China tengah, museum reruntuhan ibu kota Dinasti Shang di Zhengzhou meluncurkan sebuah produksi teater imersif, yang mengajak para penonton untuk berpartisipasi dalam ritual pengorbanan khas era Dinasti Shang (1600-1046 SM).

Di China utara, Museum Mongolia Dalam memperkenalkan pengalaman perdagangan berbasis permainan peran (role-playing), yang memungkinkan wisatawan untuk menirukan aktivitas perniagaan kuno antara wilayah padang rumput dan Dataran Tengah.

Inovasi teknologi semakin memperkaya berbagai suguhan budaya tersebut. Museum Provinsi Qinghai memperkenalkan pengalaman realitas virtual (virtual reality/VR) yang memungkinkan pengunjung untuk "menyentuh" sejarah, sementara Museum Maritim Nasional China menawarkan simulasi penjelajahan laut dalam secara digital.

Guna mengakomodasi lonjakan pengunjung, sejumlah institusi kebudayaan telah memperluas layanan mereka. Lebih dari 40 museum di Henan dan 79 museum di Provinsi Jiangsu, China timur, memperpanjang jam operasional mereka selama liburan.

"Museum kini tidak lagi menjadi venue yang 'kaku', melainkan semakin menjadi ruang publik yang populer untuk interaksi sosial dan budaya," sebut Zhang Wanjing, seorang peneliti di Akademi Ilmu Pengetahuan Sosial Ningxia (Ningxia Academy of Social Sciences).

Zhang mengaitkan tren tersebut dengan meningkatnya standar hidup dan tumbuhnya minat masyarakat terhadap budaya tradisional.

"Ketika peninggalan budaya bertemu dengan suasana meriah Tahun Baru, pengalaman imersif tersebut menjadi bagian penting dari liburan Festival Musim Semi," tutur Zhang.

Pewarta: Xinhua
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |