Jakarta (ANTARA) - Polandia memiliki aturan terkait larangan bagi kendaraan-kendaraan pabrikan China, yang hendak memasuki kawasan militer negara tersebut akibat isu keamanan data yang dimiliki oleh mereka.
Arena EV pada Rabu (18/2) waktu setempat melaporkan bahwa larangan itu langsung dinyatakan oleh pihak kemiliteran Polandia, karena kendaraan yang diproduksi di China mungkin menggunakan sensor dan kamera di dalamnya untuk mengumpulkan data sensitif.
Meski kendaraan itu masih diizinkan masuk ke kawasan militer, pihaknya akan membatasi kendaraan-kendaraan China dengan terlebih dahulu menonaktifkan fungsi atau fitur-fitur tertentu yang dianggap membahayakan.
Baca juga: Sedan listrik Xiaomi SU7 terbaru sudah tersedia di seluruh China
Tidak hanya di kawasan militer Polandia, para pejabat Polandia juga bakal menambahkan fasilitas-fasilitas penting yang tidak dibolehkan untuk dimasuki kendaraan-kendaraan buatan China dengan alasan yang sama.
Selain itu, personel militer tidak akan diizinkan untuk menghubungkan telepon pemerintah mereka ke sistem infotainment di kendaraan buatan China.
Namun, pembatasan ini tidak berlaku untuk fasilitas militer yang dapat diakses publik seperti rumah sakit, klinik, perpustakaan, dan lain sebagainya.
Militer Polandia memastikan bahwa semua tindakan diambil dengan mempertimbangkan standar keamanan tinggi NATO dan mencerminkan praktik negara-negara anggota NATO lainnya.
Baca juga: China wajibkan kontrol fisik pada mobil, kurangi layar sentuh
Baca juga: Maextro S800 jadi sedan mewah terlaris di China
Baca juga: China akan larang setir model setengah lewat standar keselamatan baru
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026


















































