Mentan-Wadirut Bulog cek pasokan beras di Makassar hadapi El Nino

6 hours ago 2
Jangan sampai (stok beras di gudang Bulog) di depan penuh tapi di belakang kosong

Makassar, Sulawesi Selatan (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Direktur Utama (Wadirut) Perum Bulog Marga Taufiq mengecek pasokan beras di Kota Makassar, Sulawesi Selatan guna memastikan kesiapan stok menghadapi potensi El Nino ekstrem.

Amran memastikan pemeriksaan dilakukan menyeluruh mulai dari bagian depan hingga belakang gudang, termasuk proses produksi guna memastikan tidak ada perbedaan kondisi antara tampilan luar dan ketersediaan riil cadangan beras pemerintah (CBP) yang ada di wilayah itu.

"Jadi ini kita cek beneran mulai depan, samping, belakang kita cek. Jangan sampai (stok beras di gudang Bulog) di depan penuh tapi di belakang kosong," kata Mentan di sela meninjau Gudang Bulog Panaikang bersama Wakil Direktur Utama (Wadirut) Perum Bulog Marga Taufiq di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu.

Ia menegaskan pengecekan dilakukan secara langsung untuk memastikan transparansi stok beras, sehingga tidak hanya terlihat penuh di bagian depan tetapi benar-benar terisi merata hingga ke bagian terdalam gudang.

Amran menyebutkan berdasarkan laporan yang diterima, kapasitas gudang beras di seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Selatan yang sebelumnya hanya mampu menampung sekitar 300 ribu ton kini meningkat signifikan hingga mencapai 761 ribu ton.

Menurutnya peningkatan tersebut menunjukkan lonjakan produksi dan penyerapan beras yang signifikan di wilayah tersebut, sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu lumbung pangan utama nasional saat ini.

"Nah, ini laporan dari Wadirut (Bulog) Pak Jendral Taufik, dulu itu gudang di Sulawesi Selatan penuh maksimal terisi 300 ribu ton. Hari ini 761.000 ton seluruh Sulawesi Selatan. Tapi seluruh Indonesia sekarang kurang lebih (stok beras mencapai) 4,5 juta ton. Ini tertinggi selama Republik ini berdiri. Jadi nggak usah diragukan," tegas Amran.

Bahkan kondisi tersebut membuat kapasitas gudang yang tersedia tidak lagi mencukupi, sehingga pemerintah melalui Bulog menambah kapasitas penyimpanan dengan menyewa gudang tambahan dalam jumlah besar.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meninjau Gudang Bulog Panaikang yang didampingi Wakil Direktur Utama (Wadirut) Perum Bulog Marga Taufiq di Makassar, Minggu (5/4/2026). ANTARA/Harianto

Saat ini, pemerintah telah menyewa sekitar dua juta ton kapasitas gudang tambahan untuk menampung kelebihan stok beras secara nasional, dan ke depan masih akan dilakukan penambahan kapasitas penyimpanan baru.

Menurut Amran, langkah tersebut penting guna menjaga kualitas beras sekaligus memastikan distribusi tetap berjalan lancar, terutama dalam menghadapi potensi gangguan produksi akibat fenomena El Nino.

"Program prioritas utama Presiden (Prabowo Subianto) itu terbukti bisa menaikkan produksi beras, pangan dalam waktu yang singkat hanya satu tahun. Sekarang gudang kita sudah penuh, kapasitas gudang hanya tiga juta ton. Jadi sekarang sudah sewa dua juta ton gudang. Nah, ini kita akan sewa lagi ke depan," tambah Amran.

Ia juga memastikan seluruh stok yang ada benar-benar tersedia dan dapat diverifikasi langsung, bahkan membuka kesempatan bagi pihak yang meragukan untuk melakukan pengecekan ke gudang di berbagai daerah.

Amran menilai keberhasilan peningkatan stok beras ini merupakan hasil nyata dari program prioritas pemerintah yang mampu meningkatkan produksi pangan nasional dalam waktu relatif singkat, hanya dalam satu tahun terakhir.

"Nah ini tolong disampaikan kepada orang yang tidak percaya. Dan yang tidak percaya (dengan stok cadangan beras pemerintah) boleh mengecek gudang seluruh Indonesia. Pak Wadirut (Bulog) sudah jamin," tegas Amran.

Dengan kondisi stok yang melimpah tersebut, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga dan mampu menghadapi tantangan cuaca ekstrem, termasuk ancaman El Nino yang berpotensi mempengaruhi sektor pertanian.

"Presiden kita visioner. Banyak yang mengganggu, tidak bahagia kalau Indonesia swasembada. Siapa kira-kira? Bisa jadi dia mafia, bisa jadi dia bagian dari orang-orang negara-negara lain, bisa dia pro pada negara lain," kata Amran.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meninjau Gudang Bulog Panaikang yang didampingi Wakil Direktur Utama (Wadirut) Perum Bulog Marga Taufiq di Makassar, Minggu (5/4/2026). ANTARA/Harianto

Baca juga: Dirut Bulog: Pembangunan 100 gudang baru perkuat pangan nasional

Baca juga: Kesiapan gudang menyimpan stok beras 6 juta ton

Baca juga: Mentan minta Menkeu tambah anggaran bagi Bulog untuk sewa gudang

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |