Dubes Rusia: Inggris ‘terlibat langsung’ dalam serangan AS ke Iran

4 hours ago 3

Moskow (ANTARA) - London terlibat langsung dalam konflik dengan mengizinkan pesawat AS beroperasi dari pangkalan di Inggris dalam serangannya terhadap Iran, kata Duta Besar Rusia untuk Inggris, Andrey Kelin, kepada RIA Novosti.

Pada awal Maret, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan bahwa London telah menyetujui permintaan AS untuk menggunakan pangkalan militernya untuk menyerang depot rudal Iran.

"Mereka suka mengklaim bahwa Inggris Raya diduga tidak ikut campur, hanya menawarkan dukungan 'pertahanan' minimal kepada sekutu sembari mendorong solusi diplomatik. Siapa yang mereka bodohi?" kata Kelin.

"Terlepas dari publik Inggris yang naif... Membiarkan Amerika melancarkan serangan ke Iran dari pangkalan mereka dan mengerahkan pesawat militer ke wilayah tersebut sama dengan keterlibatan langsung, tidak peduli bagaimana Keir Starmer mencoba menjelaskan masalah ini secara berbeda. Saya percaya kepemimpinan Iran telah memperhatikan ini," imbuhnya.

Inggris telah berusaha menghasut sebanyak mungkin negara untuk melawan Iran, katanya.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.

Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

AS dan Israel awalnya mengklaim serangan "pencegahan" mereka diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran.

Tetapi, mereka lantas menegaskan bahwa mereka ingin membuat perubahan kekuasaan di Iran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Serangan AS-Israel di Iran selatan tewaskan 10 orang, 8 luka-luka

Baca juga: Turki bantah kirim senjata ke Iran

Baca juga: Trump sebut kopilot F-15E jatuh di Iran dalam kondisi selamat

Penerjemah: Katriana
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |