Mensos ungkap peran penting operator data dalam pembaruan KPM

2 weeks ago 9

Nganjuk (ANTARA) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan tentang peran penting operator data dalam pembaruan data keluarga penerima manfaat atau penerima bantuan sosial sehingga bisa tepat sasaran.

"Ini tolong diingat-ingat. Semua operator, bela yang paling bawah. Bukan membela yang di tengah tapi dibela yang paling bawah. Paling bawah ini harus dibela. Operator, input itu input yang paling bawah dulu," katanya saat di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu.

Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf juga menegaskan arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto adalah membela masyarakat paling bawah, yaitu mereka yang tersisih, tidak terbawa dalam proses pembangunan, dan belum beruntung, yang disebut the invisible people.

Di hadapan pendamping, pilar sosial, kepala desa, operator data desa, pekerja sosial, serta relawan sosial di Kabupaten Nganjuk, Gus Ipul menekankan pentingnya bekerja, bergerak, dan berdampak bagi mereka yang paling bawah.

"Asal tahu dan sadari betul pendamping-pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) salah satunya, disamping TKSK (Tenaga kesejahteraan sosial kecamatan) dan pilar sosial lain. Itu adalah tangan negara untuk membantu dan membela mereka yang belum terbawa dalam proses pembangunan. Ini policy Bapak Presiden, yang atas dijaga, yang tengah difasilitasi, yang bawah dibela," kata Gus Ipul.

Baca juga: Mensos sebut pembaruan DTSEN demi pemutakhiran data penerima bantuan

Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi rujukan utama penyaluran bantuan sosial dan program pemerintah pusat maupun daerah.

Ia juga menekankan tentang pemutakhiran data yang harus dilakukan secara berkelanjutan karena data bersifat dinamis dan berubah setiap saat.

"Karena setiap hari ada yang meninggal, setiap hari ada yang lahir, setiap hari ada yang pindah tempat, setiap hari ada yang menikah, setiap hari ada yang naik kelas, setiap hari ada yang turun kelas," ujar Gus Ipul.

Dirinya menjelaskan tentang data yang dinamis, sehingga diperlukan kolaborasi dan keterlibatan semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, termasuk pilar-pilar sosial dalam proses pemutakhiran data.

Gus Ipul juga menambahkan DTSEN dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sedangkan Kemensos dan pemerintah daerah membantu melakukan pemutakhiran.

Baca juga: Mensos: Siswa SR berkembang signifikan dari sikap hingga optimisme

"Untuk itu saya sekarang ini datang ke sini untuk mengajak, gandeng tangan kolaborasi, untuk melakukan pemutakhiran data," ujarnya.

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengapresiasi kehadiran Gus Ipul di Kabupaten Nganjuk. Menurutnya sudah banyak program pemerintah pusat yang dikolaborasikan dengan pemerintah daerah.

"Kemensos Selalu Ada tagline-nya, ini sama seperti kalau Pak Presiden pidato, bahwa jiwaku adalah marhaen, berarti Pak Presiden itu jiwanya marhaen banget, peduli terhadap orang-orang kecil," kata Djumadi.

Dalam kegiatan yang bertajuk "Kolaborasi program prioritas Presiden dalam rangka membangun sumber daya manusia menuju kemandirian ekonomi, di Pendopo Kabupaten Nganjuk tersebut, Gus Ipul juga menyerahkan santunan kepada 10 anak yatim.

Turut hadir Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Pejabat Tinggi Madya Kemensos, Forkopimda Kabupaten Nganjuk, pendamping PKH dan tamu undangan lainnya.

Baca juga: Mensos minta pemda awasi secara ketat lembaga kesejahteraan sosial

Baca juga: Mensos sebut MBG untuk lansia di tahap pematangan konsep

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |