Beijing (ANTARA) - Menteri Luar Negeri China Wang Yi melakukan pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menjelang kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China.
"Menlu Wang Yi menyatakan bahwa diplomasi kepala negara senantiasa menjadi 'penentu arah' dalam hubungan China-AS. Di bawah arahan strategis Presiden Xi Jinping dan Presiden Trump, hubungan kedua negara secara keseluruhan tetap terjaga stabil," demikian keterangan resmi Kementerian Luar Negeri China yang diakses ANTARA dari Beijing, Sabtu.
Pembicaraan telepon itu sendiri dilakukan Kamis (30/4) malam. Presiden Trump dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke China pada 14-15 Mei 2026 setelah menunda lawatan yang awalnya dijadwalkan pada 31 Maret-2 April karena AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran.
Bila kunjungan Trump benar dilakukan, hal itu akan menjadi lawatan pertama presiden AS ke China dalam kurun 9 tahun. Trump terakhir kali berkunjung ke Beijing pada masa jabatan pertama sebagai presiden AS yakni 8-10 November 2017.
"Kedua negara perlu menjaga situasi stabil yang tidak mudah dicapai ini, mempersiapkan agenda interaksi tingkat tinggi yang penting, memperluas bidang kerja sama, mengelola perbedaan dengan baik, serta menjajaki pembangunan hubungan China-AS yang bersifat strategis, konstruktif, dan stabil," kata Wang Yi.
Wang Yi juga menegaskan bahwa isu Taiwan menyangkut kepentingan inti China dan merupakan titik risiko terbesar dalam hubungan China-AS.
"AS seharusnya menepati komitmen, membuat pilihan tepat, membuka ruang baru bagi kerja sama kedua negara, serta memberikan kontribusi yang semestinya bagi perdamaian dunia," ungkap Wang Yi.
Sementara Marco Rubio menyatakan bahwa hubungan AS dan China merupakan hubungan bilateral paling penting di dunia, dan diplomasi kepala negara adalah inti dari hubungan tersebut.
"Kedua negara perlu menjaga komunikasi dan koordinasi, saling menghormati, serta menangani perbedaan secara tepat, guna mengakumulasi hasil bagi interaksi tingkat tinggi kedua negara dan mencari stabilitas strategis dalam hubungan AS-China," kata Rubio.
Kedua menlu disebutkan juga bertukar pandangan mengenai situasi di Timur Tengah dan isu-isu lainnya. Pertemuan terakhir Trump dan Xi dilakukan di sela-sela KTT APEC pada Oktober 2025 di Korea Selatan.
Baca juga: Trump akan kunjungi China, isu Taiwan hingga perdagangan masuk agenda
Baca juga: Trump sebut China tidak akan mengambil Taiwan selama ia jadi presiden
Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































