Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno berharap pendidikan tentang palang merah terus digencarkan di sekolah.
"Kami mohon bantuan agar pendidikan-pendidikan palang merah Indonesia bisa masuk ke sekolah-sekolah, aktivitas ekstrakurikuler, karena bagaimanapun kita harus mendidik anak-anak kita untuk punya rasa kemanusiaan yang tinggi," katanya saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) PMI ke-22 di Jakarta, Senin.
Baca juga: Menkes: PMI berperan penuhi kebutuhan 5,6 juta kantong darah per tahun
Ia juga mengapresiasi langkah PMI yang cepat merespons setiap ada kegawatdaruratan bencana sekaligus menanamkan pendidikan revolusi mental kepada para siswa.
"PMI juga selama ini telah respons cepat tanggap bencana, sekaligus pendidikan revolusi mental untuk mengasah rasa kemanusiaan, solidaritas persatuan yang yang dibacakan ke adik-adik siswa kita, untuk itu kami sampaikan terima kasih," ujar dia.
"Terima kasih atas dukungan PMI terhadap tugas-tugas kemanusiaan, dedikasi terhadap respons cepat tanggap bencana," imbuhnya.
Menurutnya, bencana adalah satu tantangan kemanusiaan yang berat, sehingga memerlukan antisipasi, mitigasi, dan reaksi yang cepat.
"Bencana adalah satu tantangan kemanusiaan yang sangat berat. Setelah kita selesai dengan COVID-19, bertubi-tubi bencana terus datang, ada bencana alam seperti erupsi Gunug Lewotobi Laki-Laki, di Nusa Tenggara Timur (NTT) juga ada bencana sosial, konflik sosial," paparnya.
Baca juga: Agung Laksono laporkan ke Kemenkumham terkait hasil Munas PMI
Ia juga menekankan pentingnya masyarakat turut menjaga dan mengelola keseimbangan alam.
"Kita harus semaksimal mungkin dengan alam, mengelola alam, bukan hanya pecinta alam (yang melakukannya), bukan hanya hablumminallah (tanggung jawab kepada Tuhan), hablumminannas (tanggung jawab kepada sesama manusia), melainkan hablumminal-alam, kita kelola alam secara bertanggung jawab karena itu di mana kita hidup," tuturnya.
Ia menegaskan, dengan adanya perubahan iklim, maka potensi-potensi bencana alam juga turut meningkat, sehingga dukungan PMI akan sangat dibutuhkan.
"Kami merasa walaupun kami ada BNPB, ada Kemensos yang d bertanggung jawab memberikan respons cepat dan tepat di saat tanggap darurat, tetapi kami juga sangat mengharapkan dukungan dari PMI," demikian Pratikno.
Baca juga: PMI meminta Jusuf Kalla memimpin kembali untuk 2024-2029
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2024