Menko Pangan pastikan menu kering MBG tetap memperhatikan nilai gizi

2 weeks ago 8
Terpenting memenuhi aturan soal syarat gizi, karena di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kan sudah ada ahli gizinya

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan pengolahan menu kering Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadhan 1447 Hijriah tetap memperhatikan nilai gizi.

"Terpenting memenuhi aturan soal syarat gizi, karena di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kan sudah ada ahli gizinya," kata Zulhas, sapaan Zulkifli Hasan seusai meninjau pemberian menu kering MBG di SMA Negeri 3 Kota Malang, Jawa Timur, Selasa.

Dia menjelaskan dalam setiap paket MBG harus terdapat makanan yang mengandung protein, karbohidrat, hingga serat.

Ketentuan itu tetap menjadi barang wajib yang harus diperhatikan perhitungannya oleh tim ahli gizi di masing-masing SPPG.

Soal waktu pendistribusian juga disesuaikan, misalnya untuk pondok pesantren digeser ke waktu mendekati jam berbuka puasa. Sedangkan, bagi pelajar non Muslim di setiap sekolah tetap mendapatkan paket MBG.

Baca juga: Menko Zulhas apresiasi SPPG di Jatim banyak yang kantongi SLHS

Baca juga: Menko Zulhas dorong SPPG miliki SLHS demi jamin kualitas MBG

"Kalau ibu hamil, balita dan ibu menyusui itu juga tetap mendapatkan," ujarnya.

Selain itu, Menko Pangan Zulhas menyampaikan pemerintah hingga kini terus melakukan pemerataan program MBG, dengan mendata sekolah maupun pondok pesantren mana saja yang belum mendapatkan MBG.

Dia mencontohkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang yang belum memperoleh distribusi MBG.

Lebih lanjut, pihak MAN 2 Kota Malang sudah diminta menyerahkan data jumlah pelajar yang nantinya akan menjadi acuan kebutuhan pengiriman paket makanan program itu.

"Sudah saya minta datanya nanti segera kami bantu agar cepat mendapatkan MBG. Pondok (pesantren) juga banyak yang belum hampir 40 persen, itu didata," kata dia.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 3 Kota Malang Sasongko menyampaikan sudah mendapatkan distribusi MBG dalam bentuk makanan kering yang diperuntukkan bagi 1.060 pelajar dan 98 guru beserta tenaga kependidikan.

"Alhamdulillah saya melihat anak-anak cukup antusias, sehingga bisa menjadi bekal mereka nanti pulang untuk berbuka puasa," ucapnya.

Di tempat terpisah, Kepala MAN 2 Kota Malang Samsudin menyatakan proses agar sekolah agama pimpinannya bisa menerima MBG harus terlebih dahulu dilakukan verifikasi menyoal jumlah pelajar hingga guru.

Pihaknya juga akan berkomunikasi dengan wali murid atau orang pelajar terkait penerapan MBG.

"Kami memiliki 1.572 siswa siswi, kalau guru sama tenaga kependidikannya ada 208 orang. Setelah Pak Menteri kami akan melakukan koordinasi teknis," tuturnya.

Baca juga: Zulhas tinjau SPPG Surabaya pastikan layanan optimal saat Ramadhan

Baca juga: Zulhas: Pemenuhan bahan baku MBG harus didukung ketersediaan komoditas

Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |