Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pembangunan infrastruktur memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan nasional Indonesia, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian.
“Pada tahun 2026, geopolitik tidak lagi hanya dibentuk melalui jalur diplomasi, tetapi mengalir langsung melalui rantai pasok, sistem energi, platform digital, dan jaringan infrastruktur nasional. Ekonomi dan geopolitik kini menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari kedaulatan sebuah bangsa,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Baca juga: Infrastruktur dominasi usulan warga di Musrenbang Kecamatan 2026
Ia menjelaskan geopolitik global saat ini tidak lagi terbatas pada ruang diplomasi dan pertahanan, tetapi telah berdampak langsung terhadap rantai pasok, sistem energi, platform digital, hingga jaringan infrastruktur nasional.
AHY juga menyoroti tantangan perubahan iklim yang kini menjadi bagian dari risiko ekonomi global. Karena itu, pembangunan infrastruktur perlu dirancang untuk menghadapi kondisi masa depan dan memperkuat daya tahan nasional.
“Dalam geopolitik masa depan, risiko iklim adalah risiko ekonomi. Kita tidak bisa lagi bergantung pada respons yang reaktif. Infrastruktur harus dibangun agar mampu bertahan menghadapi guncangan melalui sistem peringatan dini, perencanaan berbasis risiko, dan desain infrastruktur untuk kondisi masa depan,” katanya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, AHY menegaskan pembangunan infrastruktur nasional harus diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan, memperkuat konektivitas logistik, serta mendorong pemerataan pertumbuhan antar-wilayah di seluruh Indonesia.
Baca juga: Otorita lakukan percepatan pembangunan jaringan jalan utama KIPP IKN
Baca juga: Menko AHY pantau ketat cuaca ekstrem untuk keamanan transportasi
“Di tengah ketidakpastian global, Indonesia harus terus fokus membangun kemandirian. Sejalan dengan Asta Cita dan visi besar Presiden Prabowo Subianto, ketahanan pangan, energi, dan air harus diperkuat, sekaligus memastikan infrastruktur menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antar wilayah sebagai solusi ketimpangan pembangunan,” ujarnya.
Selain memperkuat ketahanan nasional, AHY menegaskan pentingnya kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha untuk mempercepat proyek-proyek strategis yang kredibel, transparan, dan siap investasi, guna mendukung transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































