Bandung (ANTARA) - Langit belum sepenuhnya terang ketika Surya Firmansyah (50) asal Bekasi, Jawa Barat, memutar kunci mobilnya dan memulai perjalanan.
Dalam beberapa pekan ke depan, rutinitas tersebut menjadi bagian dari agenda menyambut bulan suci Ramadhan di tahun 2026 ini.
Di kursi sebelah, istrinya telah siap dengan kamera dan catatan kecil yang selalu mereka bawa.
Dari balik kaca depan, jalanan memanjang seperti undangan tak berujung membawanya dari satu masjid ke masjid lain, dari satu kota ke kota berikutnya.
Bagi sebagian orang, ini mungkin sekadar perjalanan biasa. Namun, bagi Surya dan istrinya, setiap kilometer adalah bagian dari ikhtiar menjemput Ramadan dengan cara yang berbeda, yakni melanjutkan perjalanan menelusuri jejak masjid-masjid agung di Indonesia.
"Alhamdulillah tidak terasa sudah di 15 provinsi mengelilingi masjid-masjid agung yang ada di Indonesia dan akan terus berlanjut di Ramadhan ini," jelasnya pada Rabu saat ia singgah di Masjid Agung Al Fathu, Soreang, Bandung.
Ia ingin mengenali lebih dekat rumah-rumah Allah di berbagai daerah, merasakan suasana ibadah di tempat yang selalu dipenuhi jamaah saat tarawih dan itikaf.
Semua bermula dari keinginan sederhana, yakni Ia ingin memiliki dokumentasi pribadi tentang tempat-tempat di negeri ini setelah pensiun dini, terutama masjid agung yang menjadi pusat peradaban di banyak kota.
“Memang niatnya setelah menyelesaikan pekerjaan, saya ingin keliling Indonesia dan asalnya hanya untuk dokumentasi pribadi dengan salah satunya dengan mendatangi masjid-masjid," katanya.
Ia tak menyangka, niat yang lahir dari ruang pribadi itu kemudian membawanya menjelajah lintas pulau dan bertepatan dengan perjalanan spiritual menuju Ramadan.
Baca juga: Menhub dorong masjid setiap jalur mudik jadi "rest area" pemudik
Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































