Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan kementeriannya mengidentifikasi 1,1 juta hektare lahan perhutanan sosial untuk penanaman kopi, pala, hingga kakao guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan serta mendukung swasembada pangan nasional.
Menhut mengatakan lahan seluas 1,1 juta hektare tersebut sedang dalam proses identifikasi dan koordinasi bersama Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memastikan pengembangan komoditas kopi, pala, kakao, dan komoditas perkebunan lainnya dapat berjalan terintegrasi serta produktif.
"Ada 1,1 hektare (perhutanan sosial) yang diidentifikasi untuk menanam kopi, pala, kemudian cokelat," kata Menhut ditemui di sela-sela Acara Lesson Learned Workshop bertajuk Bergerak dari Tapak: Menyemai Perhutanan Sosial yang Inklusif untuk Hutan Lestari dan Masyarakat Sejahtera di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan total kawasan perhutanan sosial yang ada saat ini telah mencapai 8,3 juta hektare, yang dikelola sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat dengan tetap mengedepankan prinsip kelestarian hutan dan keberlanjutan lingkungan.
Saat ini, Kementerian Kehutanan tengah mengidentifikasi 1,1 juta hektare lahan perhutanan sosial yang diproyeksikan untuk pengembangan komoditas perkebunan melalui pola agroforestri guna mendukung kesejahteraan masyarakat dan kelestarian hutan berkelanjutan.
Dia menegaskan pengembangan komoditas tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan warga, tetapi juga memastikan hutan tetap lestari sehingga kesejahteraan dan keberlanjutan lingkungan dapat berjalan seimbang.
"Insya Allah masyarakatnya berdaya, kesejahteraan meningkat, tapi hutan juga tetap lestari," kata Menhut.
Meski demikian, Menhut belum memerinci lokasi wilayah perhutanan sosial seluas 1,1 juta hektare yang tengah diidentifikasi tersebut.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut pemerintah menyiapkan anggaran kurang lebih Rp9,95 triliun untuk program pengembangan tanaman perkebunan nasional pada 2026 di lahan seluas 870 hektare di berbagai wilayah Indonesia.
Program pengembangan tanaman ini merupakan bagian upaya dari hilirisasi komoditas perkebunan seperti kopi, kelapa, kakao, alpukat, dan lainnya. Program itu juga menjadi bagian untuk memperkuat ketahanan lingkungan, pangan, dan energi secara nasional.
Selain itu, pengembangan tanaman perkebunan, terutama pada wilayah pegunungan dengan kemiringan yang tinggi, dapat berfungsi untuk menahan erosi sehingga mampu mencegah longsor dan banjir di kemudian hari.
"Ini program arahan Bapak Presiden. Kami tahun ini akan menanam tanaman perkebunan. Itu hilirisasi, ini juga berfungsi untuk menahan erosi," ujar Amran saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu (28/1).
Baca juga: Wamenhut dukung swasembada pangan lewat agroforestri perhutanan sosial
Baca juga: Kemenhut: 390 ribu ha perhutanan sosial untuk hilirisasi perkebunan
Baca juga: Menhut temui CIRAD perkuat kerja sama kehutanan berbasis sains
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































