Mataram (ANTARA) - Kementerian Perhubungan mendukung kemudahan proses perizinan dioperasikannya seaplane untuk pendaratan pesawat amphibi di Bendungan Batujai, Kabupaten Lombok Tengah guna meningkatkan sektor pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan dukungan Kemenhub itu melalui pemberian kemudahan izin bagi investor yang akan mengoperasikan seaplane di NTB.
"Regulasinya kami memudahkan kepada pengelola hotel atau pelaku wisata untuk bisa mengoperasikan pesawat sipil. Jadi, regulasi itu kita berikan keleluasaan atau pun kemudahan kepada pengelola untuk bisa miliki atau operasikan seaplane dengan regulasi lebih mudah," ujarnya Dudy di Mataram, Sabtu.
Ia mengatakan adanya kemudahan izin tersebut, pihaknya berharap bisa meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata di NTB. Tidak hanya di Bendungan Batujai, seaplane juga akan mendarat di beberapa pulau kecil di NTB.
Baca juga: Baketrans Kemenhub uji coba penerbangan seaplane di Bali
"Itu sebagai salah satu alternatif penggunaan daripada seaplane ini. Kenapa Batujai? Kita melihat intermode-nya lebih bagus karena terkoneksi langsung dengan Bandara Internasional Lombok," katanya.
Selain menghadiri rapat koordinasi persiapan angkutan Lebaran 2026 antara Pemerintah Provinsi dengan kabupaten/kota di NTB, Menhub Dudy Purwagandhi bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal juga menyaksikan penandatangan kerja sama Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri dengan PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMAN) yang menjadikan Bendungan Batujai sebagai hub dan hanggar seaplane.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan Bendungan Batujai direncanakan menjadi hub pertama bagi seaplane Indonesia untuk mendorong wisatawan berkualitas menikmati banyak destinasi yang tersebar di NTB.
Pemilihan Bendungan Batujai dilakukan melalui kalkulasi teknis yang ketat. Kedekatannya dengan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) menghadirkan keunggulan yang tidak dimiliki lokasi lain.
Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































