Cirebon (ANTARA) - Kala banyak orang merayakan Lebaran di rumah bersama keluarga, suasana berbeda justru terlihat di Stasiun Cirebon, Jawa Barat, pada Sabtu (21/3) siang.
Di tengah arus mudik yang terus mengalir, sejumlah pekerja tetap bertahan di stasiun, mencari rezeki dari ramainya aktivitas penumpang yang datang dan pergi.
Di tempat tersebut, Lebaran tidak selalu berarti pulang kampung atau berkumpul di meja makan bersama keluarga.
Bagi sebagian orang, hari raya justru dijalani sambil bekerja, memastikan perjalanan para penumpang berjalan lancar sekaligus berharap ada penghasilan yang bisa dibawa pulang.
Suasana dan aktivitas di Stasiun Cirebon, Jawa Barat. ANTARA/Fathnur Rohman.Di sudut Stasiun Cirebon yang tak pernah benar-benar lengang, Ayus Warnoto (53) berdiri dengan sikap siaga.
Sorot matanya menyapu arus penumpang yang mengalir keluar dari gerbong. Tajam namun tenang, seakan sudah terlatih membaca siapa yang membutuhkan uluran tenaga.
Sesekali, pandangannya terpaut pada sosok yang kerepotan, koper besar diseret terbata atau tas bertumpuk di kedua tangan.
Begitu isyarat datang, entah lambaian kecil atau panggilan singkat, Ayus segera merespons.
Dengan gerak yang efisien dan nyaris refleks, ia mengangkat beban itu, lalu mengantarkannya hingga ke pelataran parkir atau mulut keluar stasiun.
Nyaris tiga dasawarsa ia menekuni pekerjaan ini. Hari-harinya dihabiskan di stasiun, menanti peluang yang datang tak menentu.
Bagi Ayus, profesi porter bukan kerja sambilan, namun sandaran hidup keluarga. Di balik kesederhanaannya, pekerjaan ini menuntut ketahanan fisik sekaligus kelapangan hati.
Pada hari-hari biasa, rezeki kerap berjalan tersendat. Ada kalanya ia hanya mendapat satu dua pelanggan, bahkan tak jarang pulang tanpa membawa hasil.
“Kalau belum rezeki, ya memang nggak ada,” ujarnya, lirih namun tanpa getir.
Baca juga: Penghitung rindu para pemudik di Pantura Cirebon pada H-1 Lebaran
Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































