Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa ruang terbuka hijau dan biru memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang kreatif terbuka yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami melihat bahwa pendekatan place making yang diharapkan dari RTHB ini menjadikannya sebagai tempat untuk kita mengaktivasi dengan memudahkan komunitas, terutama komunitas kreatif,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan bahwa ruang terbuka juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan inklusif dan berkelanjutan.
Saat menghadiri acara Gerakan Nasional Pengembangan Ruang Terbuka Hijau dan Biru (GALANG RTHB) di Jakarta, Jumat, Menteri Ekraf menyebut gerakan ini sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan sekaligus membangun ruang hidup masyarakat yang lebih sehat, tangguh, dan berkelanjutan.
Ia menekankan komitmen untuk terus mendukung pengembangan ruang terbuka sebagai pusat interaksi sosial, kreativitas, dan pertumbuhan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga: Menko IPK canangkan Galang RTHB guna perkuat kota berkelanjutan
“Ruang terbuka hijau dan biru sangat penting, karena di tempat seperti ini sebetulnya juga bisa dilakukan berbagai kegiatan, berkaitan dengan pelatihan, seperti workshop atau dialog, bahkan mungkin festival ataupun kegiatan pertunjukan,” kata Teuku Riefky.
Diketahui, GALANG RTHB resmi dicanangkan sebagai arah kebijakan nasional sekaligus titik awal konsolidasi bersama dalam mengimplementasikan pengembangan ruang terbuka secara serentak.
Teuku Riefky menegaskan GALANG RTHB sebagai bagian dari penguatan sinergi lintas sektor dalam pengembangan ruang terbuka perkotaan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Gerakan ini bertujuan menggeser paradigma pembangunan kota, dari sekadar menjadikan ruang hijau dan biru sebagai elemen estetika, menjadi infrastruktur kehidupan yang menopang kualitas hidup serta ketangguhan terhadap krisis iklim.
“Kita perlu fasilitas, kita perlu ruang yang memungkinkan itu terjadi. Sekaligus sebagai pusat produktivitas dan ekonomi kreatif, sebagai salah satu pengungkit ekonomi lokal dan membuka lapangan pekerjaan termasuk bagi para pelaku UMKM. Lalu prinsip kerja GALANG RTHB ini tentu kolaboratif, kita semua koyak bareng-bareng, orkestrasi, bukan hanya sekadar partisipasi,” ujar Menko AHY.
Baca juga: Menekraf dorong industri kecantikan lokal jadi bagian ekspor nasional
Baca juga: Menekraf tegaskan potensi strategis ekraf dalam ekonomi baru
Baca juga: Menekraf tekankan pentingnya penguatan ekosistem kreatif di daerah
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































