Mendukbangga: Bahasa kasih kunci jaga keharmonisan keluarga

3 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan, bahasa kasih menjadi kunci menjaga keharmonisan dalam keluarga di tengah derasnya perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat.

Menurutnya, keluarga menjadi fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga pemahaman terhadap karakter dan bahasa kasih dinilai menjadi salah satu kunci penting untuk menjaga keharmonisan.

"Dari mana memperbaiki keluarga? Kalau kita memahami bahasa kasih, watak, dan cinta, Insyaa Allah setengah masalah selesai," ujar Wihaji dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.

Wihaji menegaskan, perkembangan teknologi dan perubahan pola hidup masyarakat menuntut hadirnya pendekatan baru dalam membangun hubungan keluarga yang sehat.

"Tentu kita harus punya cara-cara baru, ilmu baru, metode baru untuk kebaikan bersama. Pemahaman mengenai bahasa kasih dan karakter menjadi salah satu bekal penting agar keluarga mampu beradaptasi dengan perubahan zaman," katanya.

Sementara itu, Pakar Neurosains dan Konsultan Keluarga Aisah Dahlan menjelaskan, watak merupakan program bawaan manusia yang telah diberikan sejak lahir dan diwariskan secara genetik. Namun, perbedaan watak tidak boleh menjadi alasan untuk saling memberi label baik atau buruk karena setiap individu memiliki karakteristik yang unik.

Ia menambahkan, watak yang bersifat bawaan itu bukan berarti tak bisa dibentuk karena meski program watak sudah tertanam di otak manusia sejak dalam rahim, ia bisa diarahkan.

"Watak bisa dibentuk dengan kita memasukkan ilmu dan prinsip hidup di otak bagian depan, yakni frontal lobus," ucap Aisah.

Menurutnya, ilmu pengetahuan, pola asuh, nilai budaya, hingga pilihan pasangan hidup membentuk siapa kita sebenarnya. Pemahaman itu menjadi kian praktis ketika dikaitkan dengan empat tipe kepribadian manusia: sanguinis yang ceria, koleris yang tegas, plegmatis yang tenang, hingga melankolis yang perfeksionis.

Setiap tipe kepribadian tersebut memiliki cara komunikasi dan pendekatan tersendiri yang perlu dikenali oleh setiap orang tua maupun pasangan agar hubungan dalam keluarga bisa berjalan lebih harmonis.

Kemendukbangga/BKKBN mengajak seluruh keluarga Indonesia untuk terus memperkuat kualitas hubungan antaranggota keluarga melalui komunikasi yang hangat, saling memahami karakter, dan menumbuhkan bahasa kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Webinar "Bahasa Kasih dalam Keluarga" digelar secara daring oleh Kemendukbangga/BKKBN pada Jumat (12/6) yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33.

Baca juga: Wamendukbangga tinjau pelayanan KB di Puskesmas Tanjungpinang

Baca juga: Kemendukbangga: Kualitas SDM tanpa stunting mesti jadi agenda nasional

Baca juga: Kemendukbangga: "Tamasya" bukti keberpihakan pada pekerja perempuan

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |