Purwokerto (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan program revitalisasi dan digitalisasi satuan pendidikan akan terus berlanjut pada 2026 guna meningkatkan mutu pembelajaran secara merata di seluruh Indonesia.
“Selamat kepada sekolah yang menerima bantuan revitalisasi dan papan interaktif digital tahun 2025. Kami titip agar seluruh sarana dimanfaatkan sebagaimana mestinya untuk meningkatkan mutu pendidikan,” katanya dalam peresmian revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Banyumas di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu.
Ia mengatakan program tersebut merupakan bagian dari prioritas pemerintah dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi.
Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan anggaran revitalisasi pada 2026 sebesar Rp14 triliun yang mencakup 11.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga mengusulkan tambahan anggaran untuk memperluas program revitalisasi hingga 60 ribu satuan pendidikan.
Baca juga: Kemendikdasmen tuntaskan revitalisasi 349 sekolah di Sumbar
“Jika disetujui, total satuan pendidikan yang direvitalisasi bisa mencapai lebih dari 70 ribu sekolah,” katanya.
Guna mendukung digitalisasi, pemerintah juga merencanakan penambahan perangkat "interactive flat panel" (IFP) pada 2026 menjadi dua hingga tiga unit per satuan pendidikan, meningkat dari alokasi tahun sebelumnya.
Interactive Flat Panel (IFP) adalah layar sentuh berukuran besar beresolusi tinggi (4K) yang berfungsi sebagai papan tulis digital, proyektor dan komputer all-in-one. Alat ini memungkinkan pengguna menulis, berkolaborasi dan berbagi layar secara nirkabel, sering digunakan untuk ruang kelas modern dan rapat interaktif.
Selain itu, jumlah penerima Program Indonesia Pintar (PIP) juga ditingkatkan menjadi sekitar 19,6 juta siswa dari jenjang SD hingga SMA.
Bahkan, untuk pertama kalinya bantuan PIP diberikan kepada sekitar 888 ribu siswa taman kanak-kanak.
Pemerintah juga menaikkan insentif guru honorer dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per bulan yang disalurkan langsung kepada penerima sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.
Mendikdasmen menegaskan berbagai kebijakan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat layanan pendidikan sekaligus membantah anggapan adanya pengurangan anggaran pendidikan.
Baca juga: Mendikdasmen: Revitalisasi sekolah tambah 60.000 unit tahun ini
“Anggaran pendidikan tidak dikurangi, justru ditingkatkan untuk mendukung program prioritas dan penguatan karakter peserta didik,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pembentukan budaya sekolah yang aman, sehat, bersih dan nyaman melalui pendekatan humanis dan partisipatif.
Ia juga menyoroti dampak negatif penggunaan teknologi digital secara berlebihan pada anak, seperti menurunnya konsentrasi hingga meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental.
Oleh karena itu, pemerintah mendorong pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun serta penguatan literasi digital di lingkungan pendidikan.
Menurut dia, peningkatan mutu pendidikan tidak hanya dilakukan melalui penyediaan sarana dan prasarana, juga melalui penguatan karakter dan penerapan pembelajaran mendalam (deep learning).
Baca juga: Bantul usulkan 60 sekolah ke Kemendikdasmen untuk direvitalisasi
Ditemui usai acara, Abdul Mu’ti mengatakan prioritas revitalisasi pada 2026 difokuskan pada sekolah terdampak bencana, sekolah di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), serta sekolah dengan kondisi rusak berat.
“Saat ini kami masih menunggu persetujuan Kementerian Keuangan terkait usulan anggaran belanja tambahan untuk memperluas cakupan revitalisasi,” katanya.
Usul ratusan
Dalam kesempatan terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas Amrin Ma’ruf mengatakan pihaknya telah mengusulkan 140 satuan pendidikan melalui skema reguler berbasis data pokok pendidikan (Dapodik).
Selain itu, Banyumas juga memperoleh alokasi revitalisasi untuk 12 satuan pendidikan terdampak bencana, yang sebagian di antaranya telah memasuki tahap perjanjian kerja sama dan mulai dibangun pada tahun ini.
Ia mengatakan total kebutuhan perbaikan di Banyumas mencapai sekitar 165 satuan pendidikan dengan kondisi rusak sedang hingga berat, terutama pada jenjang SD dan SMP.
Baca juga: Revitalisasi sekolah 2026 sasar 71.446 satuan pendidikan
“Untuk program revitalisasi 2025 yang telah diresmikan, tercatat sebanyak 13 satuan pendidikan terdiri atas enam SD dan tujuh SMP,” katanya.
Di sisi lain, kata dia, seluruh satuan pendidikan di Banyumas telah menerima bantuan perangkat digital berupa IFP.
“Semua sekolah, baik negeri maupun swasta dari TK hingga SMP sudah menerima IFP, masing-masing satu unit lengkap dengan perangkat pendukung pembelajaran,” katanya.
Amrin merinci jumlah penerima IFP meliputi 806 SD dan 169 SMP di Banyumas dan seluruhnya telah terdistribusi guna mendukung transformasi pembelajaran berbasis digital.
Pewarta: Sumarwoto
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































