Banjarbaru (ANTARA) - Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan menanam 500 bibit pohon tanjung untuk memperkuat rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) sekaligus meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau di kawasan Bundaran Pohon Jokowi, Komplek Kantor Sekretariat Daerah Kalsel di Banjarbaru, Sabtu.
Kepala Dishut Kalsel Fathimatuzzahra mengatakan kegiatan yang melibatkan seluruh personel tersebut sebagai bagian dari upaya terpadu menjaga kelestarian lingkungan perkotaan, sekaligus memperkuat fungsi ekologis kawasan strategis yang menjadi ruang publik masyarakat.
“Penanaman dan penyulaman sebanyak 500 batang tanaman jenis tanjung dilakukan untuk memperkaya keanekaragaman vegetasi, meningkatkan tutupan hijau, serta memperkuat daya dukung lingkungan di kawasan Bundaran Pohon Jokowi,” katanya.
Menurut dia, penanaman pohon tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi dampak perubahan iklim, serta meningkatkan kualitas udara di kawasan perkotaan yang terus berkembang.
Baca juga: Kemenhut apresiasi Kalsel konservasi tanaman endemik di hutan tropis
Selain penanaman, Dishut Kalsel juga melaksanakan pemeliharaan tanaman yang telah ada melalui penyulaman, pemangkasan, serta perawatan rutin guna memastikan pertumbuhan tanaman optimal dan keberlanjutan fungsi ekologis kawasan tetap terjaga dalam jangka panjang.
Tim juga melakukan aksi bersih kawasan dengan membersihkan sampah dan serasah di sekitar bundaran sebagai langkah konkret menjaga kebersihan dan estetika lingkungan yang menjadi salah satu lokasi favorit masyarakat untuk berolahraga dan berwisata.
Fathimatuzzahra menegaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami mengimbau masyarakat yang berkunjung ke kawasan Bundaran Pohon Jokowi agar turut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, sehingga kawasan tersebut tetap asri, nyaman, dan berfungsi optimal sebagai paru-paru kota,” ujarnya.
Baca juga: Dishut Kalsel olah limbah organik dukung rehabilitasi hutan tropis
Baca juga: Dishut Kalsel lanjutkan RHL RBC 4 di lahan mineral dan mangrove
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































