Mendagri: Pendekatan “belanja masalah” percepat pemulihan Sumatera

5 days ago 9

Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Tito Karnavian menyatakan pendekatan “belanja masalah” yang dilakukan satgas menjadi kunci percepatan pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pendekatan tersebut dilakukan agar setiap persoalan spesifik di daerah dapat diidentifikasi dan diselesaikan secara cepat sesuai kebutuhan lapangan.

"Belanja masalah juga dilakukan di Sumatera Barat tanggal 13 Januari lengkap juga dengan forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda), seluruh bupati/wali kota," kata Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu.

Tito mengungkapan semenjak Satgas dibentuk pada tanggal 8 Januari, sebanyak 24 rapat telah digelar untuk mempelajari peta masalah.

Satgas, kata Tito, tidak hanya menggelar rapat koordinasi secara daring dengan seluruh bupati dan wali kota terdampak, namun satgas juga turun langsung ke daerah untuk memetakan persoalan secara rinci bersama kepala daerah dan Forkopimda.

"Kemudian juga langsung turun selain Zoom Meeting, tatap muka langsung ke Aceh dengan satu-satu dialog dengan para bupati, wali kota, gubernur, wakil gubernur, untuk di DPRD juga dan Forkopimda untuk memetakan betul masalah yang ada di tiap-tiap kabupaten dan kota," ujarnya.

Sebelumnya, Satgas PRR dibentuk untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi yang melanda tiga provinsi tersebut, dengan fokus pada pemulihan layanan pemerintahan, infrastruktur dasar, serta layanan publik.

Dalam rapat tersebut Mendagri juga memaparkan progres pemulihan pascabenca Sumatera. Di Sumatera Barat, dari 19 kabupaten/kota yang ada, 16 di antaranya terdampak.

Dari jumlah itu, 13 kabupaten/kota atau 81 persen telah dinyatakan normal, satu daerah mendekati normal yakni Tanah Datar, dan dua daerah masih memerlukan atensi khusus, yaitu Kabupaten Agam dan Padang Pariaman.

Sementara di Sumatera Utara, dari 33 kabupaten/kota, sebanyak 18 wilayah terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 15 kabupaten/kota atau 83 persen telah normal secara fungsional, satu daerah mendekati normal yakni Tapanuli Selatan, serta dua daerah yang masih memerlukan atensi khusus yaitu Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara.

Adapun di Aceh, dari 23 kabupaten/kota yang ada, 18 wilayah terdampak. Sebanyak 10 kabupaten/kota atau 56 persen telah dinyatakan normal, satu daerah mendekati normal yakni Bener Meriah, dan tujuh kabupaten masih dalam kategori atensi khusus.

Ia menambahkan, penilaian status normal tersebut didasarkan pada indikator pemulihan layanan pemerintahan, kesehatan, pendidikan, akses jalan, ekonomi, listrik, air bersih, hingga normalisasi sungai.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |