Jakarta (ANTARA) -
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyoroti penguatan ekosistem film nasional melalui Santri Film Festival (SANFFEST) saat menghadiri Bedah Film SANFFEST Ramadan di Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kebudayaan, Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu.
“Santri Film Festival sudah dimulai sejak tahun lalu dan menjadi bagian dari program Kementerian Kebudayaan, dengan harapan bahwa semua orang mempunyai kesempatan untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia. Salah satu ekspresi budaya itu adalah seni, termasuk film,” ujar Fadli.
Dalam kegiatan yang dihadiri pimpinan pondok pesantren dan para santri tersebut, Fadli menyatakan SANFFEST menjadi ruang strategis bagi generasi muda pesantren untuk mengekspresikan gagasan dan kekayaan budaya melalui medium film.
Baca juga: Menbud buka SANFFEST 2025, dorong lahirnya sineas dari kalangan santri
Ia menjelaskan seni merupakan satu dari sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan yang menjadi fokus kebijakan nasional, selain bahasa, sastra, tradisi lisan, manuskrip, ritus, adat istiadat, permainan tradisional, olahraga tradisional, dan pangan lokal. Menurutnya, film memiliki posisi penting karena mampu merangkum berbagai unsur budaya sekaligus.
“Di dalam film ada seni akting, bahasa, sastra, musik, tari, wastra, bahkan kuliner. Film adalah platform yang mengandung banyak unsur seni dan budaya, sekaligus paling mudah disebarluaskan di era digital saat ini,” katanya.
Fadli menyebut pemerintah memprioritaskan lima ekosistem seni dalam manajemen talenta nasional, yakni film, musik, seni pertunjukan, seni rupa, dan sastra. Program tersebut mencakup pembibitan, lokakarya, penguatan kapasitas, hingga pendampingan oleh para maestro.
Ia juga memaparkan perkembangan industri film nasional yang kini menguasai sekitar 67 persen pangsa pasar bioskop di dalam negeri. Selain itu, film Indonesia juga berpartisipasi dalam sejumlah festival internasional seperti Festival Film Internasional Rotterdam, Berlin International Film Festival, dan Sundance Film Festival.
Menutup sambutannya, Fadli berharap dari lingkungan pesantren akan lahir sineas yang mampu membawa kisah Indonesia ke panggung dunia.
“Kekuatan film ada pada cerita, dan Indonesia tidak pernah kekurangan cerita. Santri punya pengalaman, tradisi, dan perspektif yang sangat unik,” ujarnya.
Baca juga: Pendaftaran film santri di SANFFEST 2025 dimulai 10 November 2025
Baca juga: Fadli Zon: Pesantren turut membentuk wajah kebudayaan Indonesia
Baca juga: Menbud ajak santri manfaatkan teknologi AI untuk membuat film
Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































