Jakarta (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan siap memperkuat sinergi dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) guna mewujudkan program hunian layak bagi pekerja/buruh.
“Kemnaker siap membantu BP Tapera memetakan kembali kebutuhan program secara komprehensif, mulai dari besaran kebutuhan, grand design, lokasi, hingga preferensi hunian para pekerja,” kata Menaker Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pada tahun lalu, Kemnaker juga turut mendukung pelaksanaan sosialisasi BP Tapera di 10 titik.
Yassierli menilai, masih terdapat potensi yang dapat terus dioptimalkan BP Tapera. Karena itu, Kemnaker mendorong BP Tapera memperluas kemitraan dengan berbagai pihak agar harapan buruh terhadap program tersebut dapat benar-benar terwujud.
Sementara itu, Menaker juga menyatakan bahwa pada 2025 segmen pekerja/buruh menjadi kelompok terbesar dalam capaian program BP Tapera.
“Alhamdulillah, berdasarkan capaian tahun 2025, segmen peserta terbesar berasal dari kalangan buruh,” ujar Yassierli.
Meski demikian, ia tetap mendorong pekerja yang belum memanfaatkan program tersebut agar mengoptimalkan kepesertaannya.
Di sisi lain, ia juga mendorong kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk mewujudkan hunian yang layak dan terjangkau bagi kalangan pekerja.
Salah satunya adalah melalui Rapat Komite terkait pelaksanaan program dan kegiatan BP Tapera Tahun 2026.
Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Pejabat Sementara Ketua dan Wakil Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, serta pimpinan BP Tapera.
Baca juga: BP Tapera: Realisasi FLPP akhir Februari capai 19.741 rumah subsidi
Baca juga: BTN salurkan KPR Sejahtera FLPP sebanyak 4.160 unit pada Januari 2026
Baca juga: BP Tapera sebut milenial dan Gen Z masih berminat memiliki rumah
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































