Menag ingatkan dampak akal imitasi terhadap perubahan besar kehidupan

4 hours ago 4

Semarang (ANTARA) - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mengingatkan dampak perkembangan akal imitasi super atau artificial intelligence (AI) terhadap perubahan besar dalam kehidupan manusia.

"Di satu sisi, teknologi tersebut membuka peluang kemajuan," kata Nasaruddin saat Kuliah Subuh Bersama Menteri Agama RI di Semarang, Minggu.

Baca juga: AI percepat ancaman siber, akademisi dorong penguatan literasi digital

Namun, di sisi lain perkembangan kecerdasan buatan yang tidak dibarengi nilai moral dan spiritual berpotensi menghadirkan persoalan baru bagi manusia.

Oleh karena itu, ia mengingatkan pentingnya membangun manusia yang memiliki landasan nilai, bukan hanya kemampuan teknologi.

Ia juga mengajak mahasiswa dan santri untuk meningkatkan hubungan dengan Al Quran.

Menurut dia, pesan Al Quran dapat dipahami secara berlapis, hingga bermuara pada inti nilai ketuhanan dan kasih sayang.

Baca juga: AI dalam tata kelola pemerintahan

Baca juga: Banyumas manfaatkan AI guna percepat layanan informasi publik

Ia mengingatkan manusia tidak cukup hanya mengucapkan tahmid sebagai ungkapan syukur.

Syukur, lanjut dia, perlu diwujudkan dalam sikap dan tindakan.

"Dengan bersyukur, manusia diharapkan mampu menggunakan setiap nikmat yang diberikan Allah secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi sesama," katanya.

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |