Depok (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengubah skema pemberian menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadhan 1447 Hijriah dengan menu pangan yang tahan lama.
Menu yang disiapkan untuk penerima manfaat akan lebih banyak berupa pangan tahan lama, seperti kurma, telur rebus, susu, hingga pangan lokal.
Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kota Depok, Rakha Pratama di Depok, Jabar, Minggu mengatakan untuk kelompok prioritas seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita usia 6 hingga 59 bulan, pendistribusian dilakukan dengan menu siap santap yang diberikan setiap hari Senin dan Kamis melalui posyandu atau titik kumpul yang telah disepakati.
Selanjutnya, untuk wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang tidak menjalankan ibadah puasa, pendistribusian MBG tetap dilaksanakan sesuai jadwal normal dengan menu.
"Bagi penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa, makanan diberikan dalam bentuk paket makanan kemasan sehat agar dapat dikonsumsi saat berbuka puasa," ujarnya.
Lalu, khusus di pesantren dan sekolah berasrama (boarding school) muslim, lanjut Rakha, pengolahan makanan dilakukan pada siang hari dan disajikan pada waktu berbuka puasa.
"Waktu penyajian juga dapat disesuaikan berdasarkan koordinasi antara Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan pihak pesantren atau sekolah berasrama," ujarnya.
Baca juga: Kepala BGN sebut 60 persen pegawai SPPG kini bisa beli motor
Baca juga: SPPG Bukit Batu Singkawang dinonaktifkan sementara usai keracunan MBG
Baca juga: Pemkot Singkawang panggil pihak SPPG terkait dugaan keracunan MBG
Pewarta: Feru Lantara
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































