Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) lewat Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga wilayah di Riau, yaitu di Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, dan Siak.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kemenhut Ferdian Krisnanto dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu, menjelaskan upaya pemadaman di Kota Dumai melibatkan Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama TNI, Polri, BPBD, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Pemadaman dilakukan di dua lokasi yaitu di lahan seluas dua hektare di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai dan 3,5 hektare di Kelurahan Bagan Keladi, Kecamatan Dumai Barat.
"Di Kabupaten Bengkalis, Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak bersama anggota TNI, Polri, BPBD, Pemadam Kebakaran (Damkar), MPA dan Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT. Bukit Batu Hutani Alam (BBHA) saat ini sedang berjuang memadamkan karhutla di Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana dengan luas kebakaran sepuluh hektare," jelas Ferdian.
Ia menyampaikan bahwa tim Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak dibantu para pihak lainnya juga sedang bertarung melawan si jago merah yang melahap lahan di Desa Benayah, Kecamatan Pusako di Kabupaten Siak.
Baca juga: BPBD Sulteng tetapkan status siaga karhutla di Parigi Moutong
Pemadaman di wilayah Riau menghadapi kendala seperti sumber air yang semakin sulit ditemukan.
"Saat ini sedang diupayakan perbantuan alat berat untuk memperdalam embung sumber air," kata Ferdian.
Ia meminta tim pemadam menanggulangi sumber api atau biasa disebut kepala api, melokalisasi api supaya tidak terus merembet sehingga tidak sampai menimbulkan asap besar yang berpotensi menimbulkan asap lintas batas.
“Untuk kewaspadaan dan mengoptimalkan pengerahan sumber daya, pemerintah daerah di Riau perlu mempertimbangkan penetapan siaga darurat sebagaimana yang sudah dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Sambas, serta Kabupaten Kubu Raya di Kalimantan Barat yang saat ini juga sedang mengalami kejadian kebakaran hutan dan lahan," tuturnya.
Menurut data Fine Fuel Moisture Code (FFMC) yang menunjukkan tingkat kekeringan bahan bakaran di permukaan tanah, seperti yang dikutip dari website Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hingga beberapa hari ke depan kondisi di wilayah Provinsi Riau masih kering sehingga diperlukan kewaspadaan tinggi dari berbagai pihak.
Baca juga: Kemenhut siapkan langkah hadapi karhutla, dari OMC hingga patroli
Baca juga: Waspada karhutla, BMKG deteksi 84 titik panas di Provinsi Riau
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































