Pekanbaru, (ANTARA) - Manggala Agni Daerah Operasi Sumatera VI/Siak, Provinsi Riau Kementerian Kehutanan Republik Indonesia masih berjibaku memadamkan kebakaran lahan seluas 60 hektare di Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis.
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak, Ihsan Abdillah mengatakan pihaknya melakukan pemadaman sejak empat hari yang lalu. Hingga saat ini total luas karhutla yang sudah dipadamkan seluas 17,5 ha dengan jenis tanah gambut.
"Tim melakukan penyekatan supaya api tidak menyebar luas di perlukan pemadaman lanjutan. Kecepatan angin tinggi dan berubah ubah arah serta bahan bakar kering dan banyak sehingga memudahkan menjalarnya api," katanya dalam keterangan diterima di Pekanbaru, Rabu.
Menurutnya, di atas lahan yang terbakar itu tumbuh antara lain semak belukar, akasia dan ada juga sawit. Lahan tersebut merupakan hutan produksi.
Baca juga: Kalbar dikepung karhutla, BNPB: 435 hektare lahan mineral terbakar
Pada kegiatan pemadaman itu pihaknya menurunkan Regu III 13 orang dan Regu IV delapan orang. Semuanya sejak hari pertama bermalam dengan membuat tenda hingga semua kebakaran dipadamkan.
Selain itu juga terlibat dalam pemadam regu pemadam kebakaran PT Bukit Batu Hutani Alami, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, masyarakat peduli api, dan warga sekitar.
Diketahui pada Rabu (11/2) ini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan 254 titik panas di Provinsi Riau dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Bengkalis yang mencapai 129 titik.
Selain Kabupaten Bengkalis sebaran titik panas ada di Pelalawan (60), Inderagiri Hilir (33), Kota Dumai (13), Rokan Hilir (11), Siak (4), Kuantan Singingi (2), Kampar dan Rokan Hulu masing-masing satu. Jumlah tersebut berdasarkan pembaruan data hingga pukul 16.00 WIB, Rabu (11/2).
Baca juga: Kemenhut intensif padamkan karhutla di wilayah Riau dan Kepulauan Riau
Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































