Kuala Lumpur (ANTARA) - Malaysia mengecam keras penyerbuan massal ke kompleks Masjid Al-Aqsa oleh lebih dari 4.200 pemukim Israel dan ekstremis sayap kanan, termasuk partisipasi seorang menteri Israel, di bawah perlindungan pasukan pendudukan rezim tersebut pada 23 Juli 2026.
Malaysia melalui Kementerian Luar Negeri (Wisma Putra) menyatakan tindakan itu merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap status quo historis dan hukum yang mengatur situs suci tersebut.
"Tindakan-tindakan tersebut juga merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan resolusi-resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang relevan mengenai status Yerusalem Timur yang diduduki," demikian pernyataan Wisma Putra di Kuala Lumpur, Sabtu.
Malaysia memandang provokasi itu sebagai bagian dari pola pelanggaran dan tindakan eskalasi yang terus dilakukan oleh rezim Zionis Israel di Yerusalem Timur yang diduduki, yang bertujuan merusak kesucian Situs Suci tersebut serta mengubah karakter historis, hukum, dan demografi wilayah tersebut.
Tindakan-tindakan tersebut juga dinilai tidak hanya mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan, tetapi juga mengabaikan sensitivitas keagamaan umat Muslim di seluruh dunia.
Malaysia menyerukan kepada komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk mengambil langkah-langkah mendesak dan konkret guna memastikan Israel menghentikan seluruh tindakan provokatif dan pelanggaran terhadap Masjid Al-Aqsa.
Menurut Malaysia, kesucian situs-situs suci umat Islam harus dihormati dan dijaga, serta hak para umat Muslim untuk mengakses dan melaksanakan kewajiban keagamaan di situs suci tersebut harus dijamin.
Malaysia juga menegaskan kembali solidaritas dan dukungan terhadap hak-hak rakyat Palestina, termasuk hak untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat berdasarkan perbatasan sebelum 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Kecaman Malaysia terhadap praktik pendudukan yang dilakukan Israel di wilayah Palestina, terus disampaikan. Malaysia juga dengan tegas konsisten menolak masuknya warga negara Israel ke wilayah mereka, tidak peduli ada tekanan dari sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat.
Baca juga: Sugiono bersama 7 menlu kecam eskalasi Israel di Masjid Al-Aqsa
Baca juga: Anwar Ibrahim tegaskan Malaysia tetap larang warga Israel masuk
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































