Malalo Sumbar sambut perantau dengan tari jadi "trauma healing" remaja

6 hours ago 1

Tanah Datar (ANTARA) - Sanggar tari di Malalo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, menyambut kedatangan perantau ke kampung halaman dengan menampilkan tari-tarian yang sekaligus menjadi media trauma ​​​healing bagi remaja pascabencana hidrometeorologi.

Sekelompok remaja dari Sanggar Seni Banda Sawah Pinang menampilkan tarian tersebut pada Minggu sore di pinggir jalan di Pasar Malalo, Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuah Selatan, Kabupaten Tanah Datar.

Wirda, pengurus sanggar, menuturkan banjir bandang dan longsor yang menimpa wilayah mereka cukup menimbulkan luka dalam bagi anak-anak dan usia remaja. Oleh sebab itu, dia berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi para remaja untuk sejenak melupakan trauma yang dialami.

“Habis bencana, anak ini mentalnya pada kena. Terus ini bisa mengalihkan pikiran anak-anak, karena ada latihan, ada semacam tampil gini, jadi mereka lupa dengan trauma kemarin,” katanya.

Baca juga: Perantau Malalo Sumbar target kucurkan Rp1 miliar di wilayah bencana

Wirda menjelaskan bahwa anak-anak sanggar menggelar pertunjukan pada pukul 16.00 hingga 18.00 WIB selama dua hari berturut-turut di dua lokasi berbeda. Ia juga menyampaikan bahwa sanggar selalu siap memenuhi permintaan tampil, termasuk dalam agenda penyambutan kegiatan pulang bersama, dengan menghadirkan penampilan terbaik.

Penampilan yang menampilkan busana adat khas Ranah Minang tersebut bertepatan dengan agenda tiga tahunan, yang pada tahun ini sekaligus bersamaan dengan kegiatan pulang bersama yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Malalo (IKMAL).

“Setiap tahun memang tampil seperti ini. Terus sekalian ini pulang basamo tambah meriah. Dilaksanakannya memang di hari pertama Lebaran dan hari kedua,” ucapnya.

Adapun Kecamatan Batipuah Selatan, Kabupaten Tanah Datar, menjadi daerah terdampak bencana dengan jumlah kerusakan cukup banyak di Sumatera Barat.

Baca juga: Wagub Sumbar kunjungi korban banjir bandang di Malalo

Di Nagari Guguak Malalo, sebanyak 144 unit bangunan mengalami kerusakan dengan total kerugian mencapai Rp17,2 miliar. Sedangkan di Nagari Padang Laweh Malalo, sebanyak 20 unit bangunan terdampak dengan kerugian Rp4,5 miliar.

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |