Makassar catat kenaikan BB anak stunting dari program makan PKK

5 hours ago 3

Makassar (ANTARA) - Kota Makassar mencatat ada kenaikan berat badan (BB) pada anak penerima manfaat yang dikategorikan stunting melalui program pemberian makanan bergizi selama 20 hari oleh Tim Penggerak PKK Makassar.

Ketua Pokja IV TP PKK Kota Makassar Indira Purnamasari mengapresiasi hasil evaluasi hari ke-20 yang menunjukkan adanya peningkatan berat badan pada anak penerima manfaat.

“Selama 20 hari ini, berat badan batita dan balita naik. Ini menunjukkan adanya manfaat dari program ini. Kami akan terus memantau program ini setiap 20 hari ke depan, evaluasi akan terus dilakukan untuk melihat perkembangan penerima manfaat pada tahap berikutnya,” kata Indira saat meninjau pelaksanaan program pembagian makanan bergizi di Makassar, Selasa.

Ia juga mengingatkan orang tua, khususnya yang memiliki anak usia di atas satu tahun, agar memperhatikan asupan makanan sebagai sumber utama kebutuhan gizi anak.

“Pada usia enam bulan ke atas, sekitar 80 persen kebutuhan gizi anak berasal dari makanan dan minuman. Karena itu, anak perlu diberikan makanan yang cukup dan beragam,” ujarnya.

Indira mengatakan makanan bergizi diberikan secara gratis setiap hari selama 20 hari dan disalurkan langsung oleh kader TP PKK Kecamatan Tamalate dan Kelurahan Maccini Sombala kepada penerima manfaat.

Kelurahan Maccini Sombala dipilih sebagai fokus program karena masih menghadapi persoalan stunting.

Pelaksanaan program telah memasuki hari ke-20 dan menjadi bagian dari intervensi gizi berbasis keluarga yang dilakukan secara berkelanjutan.

Indira menekankan kader yang mengantarkan makanan kepada penerima manfaat bukan sekadar bertugas membagikan makanan, tetapi juga memiliki peran dalam memberikan pendampingan dan edukasi gizi kepada keluarga.

“Kader gizi ini bisa menjadi tempat berkonsultasi ketika ibu mengalami kendala dalam pemberian makanan atau melihat perubahan berat badan dan pola makan anak,” katanya.

Ketua Bidang Pokja IV TP PKK Kota Makassar Prof Nurlina Subair mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi anak, tetapi juga mengedukasi keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan.

Menurutnya, pemenuhan gizi harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang sehat dan berkualitas.

“Kalau kita menjaga anak sejak masa kehamilan, 1.000 hari kehidupan hingga balita, insya Allah anak kita tumbuh menjadi anak yang tangguh dan mendapatkan kesempatan emas di masa depan,” tambahnya.

Camat Tamalate Muhammad Aril Syahbani berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat, sehingga intervensi gizi tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan anak, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka stunting di Kecamatan Tamalate.

Melalui program ini, TP PKK Kota Makassar bersama pemerintah kecamatan, kelurahan, Dinas Kesehatan, dan kader berkomitmen memperkuat intervensi gizi berbasis keluarga.

Evaluasi secara berkala akan terus dilakukan untuk memastikan pemberian makanan sesuai kebutuhan penerima manfaat serta mendukung terwujudnya generasi Makassar yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Baca juga: Wagub Sulsel: Penanganan stunting melalui konvergensi berbagai pihak

Baca juga: BKKBN Sulsel dorong implementasi MBG 3B percepat turunkan stunting

Baca juga: BKKBN Sulsel libatkan remaja sebagai promotor pencegahan stunting

Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |