LV buat pajangan jam truk mini, harganya lebih mahal dari rumah Anda

1 day ago 2

Jakarta (ANTARA) - Jika jam tangan yang terinspirasi dunia otomotif biasanya dipakai di pergelangan tangan, jenama fesyen Louis Vuitton justru mengambil jalur yang cukup unik. Karya terbarunya bukan untuk dipakai, melainkan untuk diletakkan di meja.

Laman Carscoops, Rabu (4/2) waktu setempat melaporkan, rumah mode asal Prancis ini memperkenalkan “Camionnette”, sebuah jam meja mekanis berkonsep tinggi yang terinspirasi dari mobil van pengiriman era 1920-an.

Jam ini dikembangkan oleh La Fabrique du Temps Louis Vuitton bekerja sama dengan pembuat jam asal Swiss, L’Epée 1839. Meski tidak merujuk pada satu model tertentu, desainnya sangat mirip dengan van Citroen B10 pada masa itu.

Baca juga: Louis Vuitton, dari perajin koper hingga jadi merek mewah dunia

Baca juga: Ketika sebuah tas menjadi wadah bagi fesyen dan investasi

Kendaraan-kendaraan tersebut dulu digunakan untuk mengantarkan koper kulit Louis Vuitton ke para pelanggan di seluruh Prancis, sekaligus berfungsi sebagai iklan berjalan.

Semua terdengar menarik, hingga melihat harganya. Camionnette “Edition Limitée” dibanderol 650.000 Euro (sekitar Rp11,9 miliar), dan jumlahnya hanya 15 unit di dunia.

Lalu, mengapa sebuah jam meja bisa lebih mahal daripada Lamborghini Revuelto baru? Jawabannya terutama ada pada material dan tingkat pengerjaannya, meskipun nama besar Louis Vuitton jelas juga berperan besar. Cukup lihat saja harga tas-tas LV.

Jam meja mekanis berbentuk truk mini yang diciptakan Louis Vuitton, bernama “Camionnette” (Dok. Louis Vuitton)

Pada edisi Edition Limitée ini, Camionnette menggunakan bodi logam berlapis emas yang dihiasi secara manual dengan 1.695 berlian, dengan total berat 41,44 karat.

Berlian menutupi grille depan yang dipoles, lampu depan, serta tepi atap. Lampu belakang digantikan oleh safir merah dan oranye. Namun, pusat perhatian dari model seberat 7 kg ini adalah berlian LV Monogram seberat 0,51 karat yang dipasang tepat di atas radiator.

Di balik kap mesin, terdapat dua silinder berputar yang menampilkan waktu dalam format jam dan menit. Di dalam kabin, sebuah roda keseimbangan yang terus berdetak memperlihatkan “jantung” mekanisnya: mesin manual Calibre MV.7417/101 dengan cadangan daya hingga delapan hari. Agar jam tetap berjalan, pemilik harus memutarnya secara manual menggunakan sebuah kunci baja berlapis emas.

Kunci ini didesain menyerupai engkol tangan jadul yang dulu digunakan untuk menyalakan mesin mobil klasik, dan disimpan di dalam koper mini Louis Vuitton yang diletakkan rapi di bak belakang truk. Seperti yang bisa diduga, koper kecil ini dibuat dari kanvas Monogram asli, kayu, dan kuningan, sesuai dengan warisan perjalanan Louis Vuitton.

Jam meja mekanis berbentuk truk mini yang diciptakan Louis Vuitton, bernama “Camionnette” versi standar. (Dok. Louis Vuitton)

Bagi mereka yang anggarannya tidak sampai setara mobil super hanya untuk sebuah jam meja, tersedia juga versi standar Camionnette dengan harga yang jauh lebih rendah—meski tetap tergolong mahal.

Versi ini mempertahankan mekanisme dan semangat desain yang sama, dengan harga 68.000 Euro (sekitar Rp1,3 miliar). Alih-alih menggunakan logam dan batu mulia, model ini memakai bodi aluminium dan baja ringan, dengan kombinasi warna saffron dan biru yang terinspirasi dari palet warna klasik Louis Vuitton. Jadi, mana yang Anda pilih?

Baca juga: Kylie Jenner beli dua tas Louis Vuitton seharga Rp716 juta lebih

Baca juga: Louis Vuitton akan meluncurkan koleksi produk kosmetik

Baca juga: Louis Vuitton jadi sponsor tunggal F1 gantikan Rolex

Penerjemah: Pamela Sakina
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |