Denpasar (ANTARA) - Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Panjaitan mengatakan dengan digitalisasi terpadu yang sedang dikembangkan pemerintah maka masalah alih fungsi lahan di Bali dapat dituntaskan.
“Masalah ketertiban, alih fungsi lahan itu dengan digitalisasi ini tidak akan bisa lagi main-main,” ucapnya usai Rapat Koordinasi Perluasan Piloting Digitalisasi Bansos Berbasis Digital Public Infrastructure di Denpasar, Bali, Kamis.
Meskipun saat ini Government Technology atau digitalisasi pemerintah dengan berbasis AI yang mengintegrasikan 27 ribu lebih aplikasi milik pemerintah masih difokuskan pada digitalisasi bantuan sosial, agenda digitalisasi perizinan usaha dan integrasi Digital Public Infrastructure (DPI) juga menjadi agenda utama komite.
Untuk itu nantinya akan dilakukan penyesuaian juga pada pendataan alih fungsi lahan sehingga segala pembangunan di Bali akan tertib.
Baca juga: Luhut sasar Bali buat percepat transformasi digital pemerintah
“Dan nanti bagaimana kira-kira kita buat semacam penalti, solusinya akan jadi, sehingga dari sekarang harus diingatkan Pak Gubernur, alih fungsi lahan tidak benar, bahwa akan ada nanti penyesuaian di sana-sini,” ujar Luhut.
Mantan Menko Marves itu menyampaikan Bank Dunia sudah menyatakan Bali adalah permata Indonesia, sehingga alih fungsi lahan yang berdampak pada kerusakan di Bali akan membuat wisatawan enggan masuk Indonesia.
Kondisi itu juga berkaitan dengan ketertiban yang lain di luar alih fungsi lahan yaitu tindakan nakal wisatawan yang bisa merusak citra pariwisata.
“Kalau Bali tidak bagus, maka orang juga akan malas datang ke Indonesia. Jadi Bali ini harus tertib, jadi turis-turis yang tidak berkualitas juga memang kita sudah koordinasikan waktu saya Menko Marves, itu dideportasi saja. Dari sini ya yang membuat masalah narkoba, perkelahian, dan investasi-investasi yang mengambil UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) di sini, kita deportasi saja,” kata Luhut.
Menurut dia, Bali tak akan redup hanya karena kehilangan 10 ribu wisman nakal, justru Bali semakin dicintai jika semakin berkualitas termasuk wisatawannya.
Baca juga: Koster minta bantuan Luhut agar Bali dapat insentif buat infrastruktur
Untuk mendukung bertahannya pariwisata ini, Luhut menyoroti pentingnya infrastruktur terpadu, kemudian masalah air dan sampah.
Namun untuk persoalan sampah, ia memastikan pekan depan pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) akan diumumkan.
“Jadi kami harap 18 bulan dari sejak April, Bali sudah mulai proses waste to energy-nya itu akan jalan,” ucapnya.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































