Longsor, BPBD Probolinggo tutup total jalan Desa Segaran untuk mobil

2 weeks ago 16
Sementara kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas dengan sistem buka tutup jalur demi menjaga keselamatan pengguna jalan

Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo, Jawa Timur, melakukan asesmen cepat pasca-longsor yang terjadi di ruas jalan Desa Segaran pada Selasa (24/2).

"Material tanah yang ambrol menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 35 meter dengan kedalaman mencapai 30 meter. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief dalam keterangannya di kabupaten setempat, Rabu.

Penanganan kejadian longsor yang menutup akses jalan Desa Segaran di Kecamatan Tiris itu melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD Kabupaten Probolinggo, Polres Probolinggo, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan (Dishub), Agisena Jawa Timur, Camat Tiris, Polsek Tiris, Koramil Tiris, serta Pemerintah Desa Segaran.

"Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen serta koordinasi dengan Pemerintah Desa Segaran dan Kecamatan Tiris untuk melakukan penanganan cepat," tuturnya.

Baca juga: BPBD Probolinggo gerak cepat tangani longsor tutup akses jalan desa

Sebagai langkah antisipasi terjadinya longsor susulan, BPBD memasang tujuh lembar terpal pada titik rawan untuk menghambat pergerakan tanah akibat potensi hujan susulan.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Camat Tiris Bambang Julius Wijanarko dan Kepala Desa Segaran Budi Utomo diputuskan dilakukan penutupan total bagi kendaraan roda empat.

"Sementara kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas dengan sistem buka tutup jalur demi menjaga keselamatan pengguna jalan. Namun akan ditutup untuk roda dua jika hujan atau malam berkabut atau kondisi lain yang membahayakan," katanya.

Baca juga: BPBD Probolinggo: Lima jembatan putus terdampak bencana banjir

Pengamanan di lokasi juga diperketat terutama pada malam hari, menyusul adanya imbauan dari Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif agar dilakukan penjagaan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami akan melakukan penjagaan pada malam hari sesuai imbauan Bapak Kapolres, karena kondisi lokasi masih rawan dan minim penerangan. Kebutuhan mendesak di lokasi longsor antara lain lampu penerangan jalan dan tenda untuk posko jaga," ujarnya.

Oemar mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Probolinggo.

Baca juga: BPBD Probolinggo: 7 jembatan dan 40 rumah terdampak banjir bandang

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |