New York (ANTARA) - Liga Arab menyambut baik rancangan resolusi Bahrain tentang Selat Hormuz, kata Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit, Kamis (2/4).
"Dalam hal ini, kami mendukung inisiatif Bahrain untuk mengamankan pengesahan resolusi Dewan Keamanan mengenai masalah ini," kata Aboul Gheit di Dewan Keamanan PBB.
Sebelumnya pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani menyatakan Dewan Keamanan (DK) PBB dapat memungut suara atas resolusi tentang Selat Hormuz paling cepat pada Jumat, 3 April.
"Usulan resolusi ini akan memberi wewenang kepada negara-negara anggota untuk menggunakan "semua cara pertahanan yang diperlukan dan sesuai dengan keadaan, di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya, termasuk di dalam perairan teritorial negara-negara pesisir di dalam atau yang berbatasan dengan Selat Hormuz," sebut Al Zayani.
Upaya ini dilakukan untuk mengamankan jalur transit dan mencegah upaya untuk menutup, menghalangi, atau mengganggu navigasi internasional melalui Selat Hormuz.
Resolusi tersebut juga menuntut agar Iran segera menghentikan semua serangan terhadap kapal dagang dan komersial di selat tersebut.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.
Ketegangan meningkat di sekitar wilayah Iran telah menyebabkan blokade de facto Selat Hormuz, jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, yang mendorong melonjaknya harga energi.
Sumber: Sputnik/RIA-Novosti-OANA
Baca juga: Teheran: Selat Hormuz terbuka untuk dunia, tertutup untuk musuh Iran
Baca juga: Trump pertimbangkan AS keluar dari NATO karena tolak bantu lawan Iran
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































