Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengunjungi sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Rabu.
"Hari Imlek, semua yang merayakan hari ini, ini momentum liburan yang bagus. Mari kita gunakan untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan. Sekaligus kita jadikan sarana menumbuhkan ekonomi kecil dan menengah," kata Menko Muhaimin Iskandar di TMII, Jakarta, Rabu.
Menurut dia, potensi ekonomi para pelaku UMKM di TMII sangat besar.
Untuk itu pihaknya pun mendorong keterlibatan kementerian terkait dan pemerintah daerah (pemda) untuk mengembangkan UMKM di TMII.
Baca juga: Menko Muhaimin: UMKM dan ekonomi kreatif kunci pengentasan kemiskinan
"Saya berharap seluruh pemerintah daerah tidak segan-segan untuk memborong produk UMKM di sini. Mari kita tumbuhkan potensi ekonomi daerah. Ke depan Taman Mini ini bisa menjadi pusat transaksi perdagangan antar-provinsi, antar-pulau. Saya berharap ini diintervensi oleh kementerian-kementerian terkait," kata Menko Muhaimin Iskandar.
Pihaknya pun mengajak masyarakat untuk turut mendukung produk-produk UMKM Nusantara yang tersedia di TMII. Selain bisa berbelanja, masyarakat juga bisa mengenal beragam budaya Nusantara lewat berbagai anjungan di TMII.
"Tidak perlu lama-lama, cukup satu jam datang ke TMII, kita akan temukan semua budaya Nusantara. Datang dan nikmati semua produk-produk dalam negeri UMKM kita. Taman Mini Indonesia menyajikan semua yang menjadi keunggulan provinsi-provinsi Tanah Air kita. Ada Bali, NTT, ada Jawa, ada Sumatera, ada pulau-pulau dan budaya, ada suku-suku mulai dari Batak, Dayak, semua suku ada di sini. Mari kita datang dan nikmati Taman Mini Indonesia Indah," ajak Menko Muhaimin Iskandar.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pengunjung dan pelaku UMKM di TMII meminta foto bersama Menko Muhaimin Iskandar.
Baca juga: TMII targetkan 30 ribu pengunjung selama libur Imlek 2025
Baca juga: Pemerintah siapkan pendanaan Rp20 triliun untuk UMKM-pekerja migran
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025