Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Yudha Permana meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan langkah mitigasi serta memperkuat edukasi terkait penyakit hantavirus.
Menurut Yudha, kekhawatiran warga mulai meningkat setelah beredarnya berbagai informasi mengenai hantavirus di media sosial (medsos). Untuk itu, ia menilai edukasi dibutuhkan agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
“Masyarakat sekarang banyak takut setelah melihat informasi di medsos. Pemerintah harus hadir memberikan edukasi yang jelas, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan,” kata Yudha di Jakarta, Jumat.
Ia juga mendorong Pemprov DKI memperkuat kesiapan fasilitas kesehatan dan sistem penanganan apabila kasus hantavirus berkembang lebih luas.
“Harapannya tentu tidak sampai meluas. Tapi pemerintah tetap harus siap mengantisipasi kemungkinan terburuk,” ujarnya.
Yudha menilai, potensi penyebaran hantavirus tidak boleh dianggap remeh. Karena itu, pemerintah diminta segera menyiapkan langkah antisipasi secara serius.
Menurut dia, pengalaman pandemi COVID-19 harus menjadi pelajaran penting agar pemerintah lebih sigap menghadapi ancaman penyakit menular baru.
Untuk itu, ia meminta Pemprov DKI bersama pemerintah pusat segera melakukan kajian mendalam terkait potensi penyebaran virus tersebut.
“Ini harus ada kajian khusus dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Pusat. Intinya harus siap sedia payung sebelum hujan, belajar dari pengalaman COVID-19,” ucap Yudha.
Baca juga: Legislator minta Pemprov DKI tingkatkan kewaspadaan terkait Hantavirus
Baca juga: Tiga orang sembuh, DKI imbau warga terapkan PHBS hindari sebaran hantavirus
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































