Moskow (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) bersifat pragmatis, karena kedua negara saling mengakui kepentingan nasional masing-masing.
"Hubungan keduanya pragmatis... Kami memang berkomunikasi. Kami memahami bahwa kami harus menggunakan akal sehat. Kami mengakui kepentingan nasional AS," kata Lavrov dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Al Arabiya.
"Tepat setahun yang lalu, ketika saya bertemu dengan [Menteri Luar Negeri AS] Marco Rubio di Riyadh, mereka mengatakan kepada kami bahwa AS mengikuti kepentingan nasionalnya. Tetapi, mereka juga mengakui kepentingan nasional Rusia."
"Ketika kepentingan-kepentingan ini saling tumpang tindih, kita harus memetik manfaat dan melaksanakan sejumlah proyek. Ketika kepentingan-kepentingan ini berbeda, kita tidak boleh membiarkannya berujung pada konfrontasi, terutama konfrontasi yang panas. Kami sepenuhnya setuju dengan hal itu," imbuhnya.
Dalam melaksanakan kelompok kerja dengan AS, Rusia mencoba memahami bagaimana keinginan Washington untuk bekerja sama berkorelasi dengan upaya untuk menyingkirkan Rusia dari pasar energi, kata Lavrov lebih lanjut.
"Meskipun Amerika dengan tulus mengatakan kepada kami bahwa, begitu masalah Ukraina diselesaikan, kita dapat memulai kerja sama yang saling menguntungkan, tapi untuk saat ini, mereka mencoba memaksa kami keluar dari pasar energi global," kata Lavrov.
Dia menambahkan bahwa "kami telah sepakat dengan kolega Amerika kami untuk membentuk kelompok kerja ekonomi bilateral. Kami akan membahas semua masalah ini dalam kelompok kerja ini."
Sumber: Sputnik-OANA
Baca juga: Negara-negara Eropa diam-diam bahas penangkal nuklir hadapi Rusia
Baca juga: Lavrov: Rusia pantau langkah AS usai traktat nuklir New START berakhir
Baca juga: Zelenskyy: Jaminan keamanan jadi prioritas Kiev dalam negosiasi damai
Penerjemah: Katriana
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































