Kendari (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), melakukan tes urine secara acak kepada para narapidana dan petugas sebagai upaya deteksi dini penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kendari Andi Fahriadi di Kendari, Senin, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan secara serentak di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lapas dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) dan Lapas se-Sultra, dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) Ke-62.
"Kegiatan bersih-bersih pemasyarakatan ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Terkhusus di Lapas Kendari, kami melakukan tes urine terhadap 50 orang pegawai dan 150 warga binaan," kata Andi Fahriadi.
Ia menjelaskan pemilihan warga binaan untuk dilakukan tes urine secara acak, dengan fokus utama pada mereka yang sedang menjalani masa pidana terkait kasus narkotika.
"Alhamdulillah, hasil dari tes urine tersebut menunjukkan seluruhnya negatif. Ini merupakan komitmen nyata kami dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan Lapas," ujarnya.
Foto bersama jajaran Lapas Kendari dan BNNP Sultra usai melakukan tes urine di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (6/4/2026). ANTARA/La Ode Muh Deden SaputraAndi Fahriadi menegaskan target utama dari kegiatan ini adalah memastikan Lapas Kelas IIA Kendari bersih dari narkoba, baik dari sisi peredaran maupun penyalahgunaan oleh oknum petugas maupun warga binaan.
Sementara itu, Konselor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra Asnon mengapresiasi sinergisitas yang terjalin antara Lapas dan BNN dalam upaya pencegahan narkoba.
"Kami sebagai mitra proaktif mendukung langkah Lapas. Dari hasil pengecekan terhadap 150 orang tadi, tidak ditemukan hasil yang positif. Ini sekaligus menepis anggapan masyarakat bahwa Lapas identik dengan peredaran narkoba," ucap Asnon.
Ia juga mengapresiasi fasilitas deteksi yang dimiliki Lapas Kendari, yakni alat tes urine dengan 10 parameter yang mampu memberikan hasil akurat dalam waktu singkat.
"Alat yang digunakan Lapas sangat baik, mampu membaca 10 parameter jenis zat terlarang secara instan. Kami sangat mendukung keterbukaan dan langkah deteksi dini seperti ini," ujar Asnon.
Baca juga: 749 Napi Rutan Kendari jalani tes urine deteksi penggunaan narkotika
Baca juga: Ratusan WBP kasus narkoba Lapas Semarang di tes urine
Baca juga: Ditjen PAS tes urine 23 ribu napi di Lapas Narkotika seluruh Indonesia
Pewarta: La Ode Muh. Deden Saputra
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































