Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita kriminal di wilayah Jakarta pada Minggu (9/8) yang masih layak dibaca hari ini antara lain polisi ringkus empat perusak kabel optik di Pademangan hingga sekolah di Jaksel terapkan PJJ total selama sepekan karena kasus temuan 995 senjata.
Berikut rangkumannya:
Kasus temuan 995 senjata, sekolah di Jaksel terapkan PJJ total selama sepekan
Sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel) menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara penuh selama satu pekan imbas dari temuan 995 pucuk senjata di sekolah tersebut.
"Jadi minggu depan tadi disampaikan sekolah akan PJJ total selama satu minggu untuk memastikan keamanan dan keselamatan peserta didik di sekolah," kata Kuasa hukum yayasan Hermawanto di Jakarta Selatan, Minggu.
Baca selengkapnya di sini.
Polisi kejar dua pelaku perusakan kabel optik di Pademangan Jakut
Polsek Pademangan masih mengejar dua pelaku perusakan kabel optik di Jalan Pademangan Timur Gang Melati, Jakarta Utara (Jakut).
“Ada dua pelaku berinisial B dan BR yang berperan menyuruh empat pelaku melakukan aksi perusakan,” kata Kanit Reskrim Polsek Pademangan AKP Doly Septian di Jakarta, Minggu.
Baca selengkapnya di sini.
Polisi ringkus empat perusak kabel optik di Pademangan
Unit Reskrim Polsek Pademangan berhasil menangkap empat pelaku yang diduga terlibat kasus perusakan jaringan telekomunikasi di Jalan Pademangan Timur Gang Melati, Jakarta Utara, yang berawal dari persaingan usaha.
“Keempat pelaku yang diamankan masing masing berinisial AS (22), NN (24), MR (23), dan SM (23), ditangkap selang beberapa jam setelah kejadian pada Jumat (7/8) malam,” kata Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Pademangan AKP Doly Septian di Jakarta, Minggu.
Baca selengkapnya di sini.
Jakut bentuk tim terpadu cegah dan tangani tawuran
Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara (Jakut) Iyan Sopian Hadi mengatakan pencegahan aksi tawuran yang marak terjadi di wilayah setempat bahkan berujung korban luka dan meninggal dunia membutuhkan komitmen dan keterlibatan seluruh pihak.
“Pencegahan tawuran tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan komitmen dan keterlibatan seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, hingga warga,” kata Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara Iyan Sopian Hadi di Jakarta, Minggu.
Baca selengkapnya di sini.
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































