Anggota DPR motivasi mahasiswa untuk mandiri ekonomi sejak kuliah

2 hours ago 3
Saya banyak menemukan orang-orang sukses yang memulai usahanya sejak masih kuliah

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi V DPR RI Syahrul Aidi Maazat dan Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief menegaskan kemandirian ekonomi harus mulai dibangun mahasiswa sejak bangku kuliah.

Syahrul Aidi mendorong mahasiswa untuk mulai membangun kemandirian sejak berada di bangku kuliah. Menurutnya, seseorang tidak akan mampu mendorong kemandirian ekonomi jika dirinya sendiri belum berupaya untuk mandiri.

“Bagaimana kita bisa berbicara tentang kemandirian kalau kita sendiri belum mandiri?” kata Syahrul dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Anggota DPR meminta beras fortifikasi sesuai klaim gizi demi konsumen

Pesan tersebut mengemuka dalam Summit Event Legislative DPM Universitas Riau (UNRI) di Pekanbaru, Riau, Sabtu (19/9).

Kegiatan itu mengangkat tema Peran Legislator Memperkuat UMKM, Mendorong Konektivitas Pembangunan Daerah Tertinggal dan Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Nasional.

Ia menilai sistem pendidikan saat ini masih lebih banyak mempersiapkan mahasiswa untuk bekerja dengan orang lain, ketimbang mendorong mereka menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

“Kurikulum pendidikan kita belum sepenuhnya membentuk kemandirian. Kita lebih banyak dipersiapkan untuk bekerja dengan orang lain,” ujarnya.

Menurut Syahrul, kondisi tersebut menjadi tantangan ketika jumlah lulusan perguruan tinggi terus bertambah, sementara pertumbuhan lapangan pekerjaan tidak selalu mampu mengimbanginya.

“Setiap tahun jumlah sarjana bertambah, tetapi pengangguran juga meningkat. Salah satu persoalannya karena pertumbuhan lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah lulusan,” katanya.

Ia menilai pendidikan tidak cukup hanya mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi ujian, tetapi juga harus membekali mereka dengan kemampuan menghadapi berbagai persoalan nyata dalam kehidupan.

Baca juga: Anggota DPR minta pemerintah pastikan keselamatan WNI di Saudi usai ada serangan

“Kurikulum kita banyak dipersiapkan untuk menjawab soal ujian, tetapi belum cukup dipersiapkan untuk menghadapi soal kehidupan,” katanya menegaskan.

Syahrul Aidi juga mendorong mahasiswa untuk berani memulai usaha sejak kuliah. Ia mengaku banyak menemukan orang-orang sukses yang telah merintis usaha ketika masih menjadi mahasiswa.

“Saya banyak menemukan orang-orang sukses yang memulai usahanya sejak masih kuliah. Karena itu, jangan takut untuk memulai,” ujarnya.

Ia kemudian memberikan tantangan kepada mahasiswa untuk ikut menjadi penghubung antara kelompok masyarakat yang memiliki sumber daya dan mereka yang membutuhkan akses terhadap sumber daya tersebut.

“Coba pertemukan orang-orang yang memiliki sumber daya dengan mereka yang membutuhkan. Di situlah mahasiswa bisa mengambil peran,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Hendry Munief menekankan pentingnya penguatan kelembagaan bagi kelompok usaha, terutama bagi mahasiswa dan masyarakat yang baru memulai usaha.

Menurutnya, kelembagaan menjadi salah satu kunci agar kelompok usaha lebih mudah mendapatkan pembinaan, pendampingan, serta akses terhadap berbagai program pemerintah.

“Apalagi bagi usaha yang baru mulai. Dengan kelembagaan, akan memudahkan pembinaan oleh pemerintah,” kata Hendry Munief.

Baca juga: Komisi X DPR desak percepatan pemulihan sekolah terdampak gempa NTT

Ia mengatakan, kontribusi terhadap pembangunan bangsa tidak harus menunggu seseorang memiliki usaha besar, modal besar, ataupun posisi tertentu.

“Apa peran kita dalam membangun bangsa? Itu diawali dengan kemandirian kita, mari manfaatkan momentum. Berikan kontribusi. Berikan apa yang bisa kita berikan,” tuturnya.

Karena itu, Hendry Munief mengajak mahasiswa memanfaatkan momentum selama berada di kampus untuk mulai membangun kapasitas diri sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Hendry Munief juga memberikan dorongan kepada mahasiswa yang ingin memulai bisnis agar tidak terlalu lama menunggu kondisi ideal.

“Memulai bisnis, start from zero, start from now. Mulai dari apa yang kita miliki. Bisa keahlian, keberanian hingga kemampuan berkomunikasi dengan berbagai pihak,” katanya.

Menurutnya, mahasiswa memiliki banyak modal awal yang sering kali tidak disadari, mulai dari pengetahuan, jaringan pertemanan, kemampuan berkomunikasi hingga keberanian untuk mencoba.

Pesan kedua legislator tersebut menjadi bagian penting dari Summit Event Legislative DPM Unri. Kemandirian mahasiswa tidak hanya dipandang sebagai kemampuan untuk menghasilkan pendapatan, tetapi juga sebagai keberanian menciptakan peluang, membangun usaha, dan mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan ekonomi di tengah masyarakat.

Baca juga: Komisi X DPR dorong hasil riset BRIN dimanfaatkan untuk penguatan UMKM

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |