Istanbul (ANTARA) - Jumlah korban tewas akibat serangan Amerika Serikat dan Israel di Jembatan B1 di Karaj, Iran, meningkat menjadi 13 orang, menurut Kantor Berita Mahasiswa Iran mengutip Direktur Jenderal Yayasan Veteran dan Martir Alborz, Amir Hossein Daneshkuhan, Sabtu.
"Jumlah orang kehilangan nyawanya dalam serangan Amerika-Israel di Jembatan B1 di Provinsi Alborz telah meningkat menjadi 13 orang," kata Daneshkuhan.
Serangan gabungan Amerika-Israel menghantam jembatan utama yang berada di jalan raya Provinsi Alborz, Iran utara, pada Kamis pagi (2/4), demikian menurut laporan media.
Kantor Berita Fars menyebutkan beberapa lokasi terkena serangan berada di daerah Azimieh dekat Karaj, termasuk Jembatan B1, yang digambarkan sebagai jembatan tertinggi di Timur Tengah.
Kantor berita tersebut melaporkan beberapa korban luka. Jembatan yang merupakan bagian dari proyek infrastruktur besar dan akan segera diresmikan itu pun mengalami kerusakan.
Baca juga: Kecil kemungkinan AS gelar operasi darat di Iran, kata Menlu Jerman
Laporan mengatakan bahwa militer Amerika melakukan serangan double tap di Iran, yakni lokasi yang sama dihantam dua kali secara berturut-turut.
Menurut laporan yang dikutip dalam pemberitaan media, serangan kedua terjadi sekitar satu jam setelah serangan pertama. Saat serangan kedua terjadi, sejumlah petugas tanggap darurat sudah berada di lokasi kejadian untuk membantu korban luka, meskipun personel tersebut dianggap sebagai warga sipil yang dilindungi berdasarkan hukum internasional.
Serangan itu merupakan eskalasi terbaru dalam konvoi sejak 28 Februari lalu, saat Amerika dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran hingga menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Iran pun telah membalas dengan serangan drone dan rudal terhadap Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung pasukan Amerika, hingga menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Iran klaim hancurkan pesawat E-3 Sentry AS di Arab Saudi
Baca juga: Trump perpanjang waktu tunda serangan ke infrastruktur energi Iran
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































