Kopi dan kakao pegunungan Sumatera:  Antara ekologi dan ekonomi

2 hours ago 1
Program menanam kopi dan kakao di dataran tinggi Sumatera tak lepas dari pertimbangan ekologi dan mitigasi bencana

Jakarta (ANTARA) - Kawasan pegunungan atau dataran tinggi Sumatera sejak lama dikenal dunia melalui komoditas perkebunanya.

Di Aceh, misalnya, kopi Gayo telah mendunia sebagai salah satu arabika terbaik, sementara di Sumatera Utara ada kopi Mandailing yang legendaris. Begitu pula kakao, Sumatera merupakan pulau penghasil kakao terbesar kedua di Indonesia setelah Sulawesi.

Wilayah Aceh, Sumut, hingga Sumbar memiliki hamparan kebun kopi dan kakao rakyat yang tumbuh di lereng-lereng Bukit Barisan. Sejak era kolonial, komoditas ini menjadi bagian sejarah agraria kita dan kini menjadi mata pencaharian ribuan petani kecil.

Ironisnya, meski potensi ekspor kopi dan kakao Sumatera besar, produktivitasnya masih tertinggal dibanding negara lain seperti Vietnam. Banyak kebun rakyat dipenuhi pohon tua dengan perawatan tradisional, sehingga hasil per hektare belum optimal.

Inilah salah satu tantangan struktural yang hendak dijawab oleh program pemerintah melalui hilirisasi perkebunan, peremajaan tanaman, penyediaan bibit unggul, dan peningkatan keterampilan petani.

Upaya terbaru pemerintah menunjukkan keseriusan mengangkat kembali kejayaan “emas cokelat” dan “emas hitam” dari Sumatera. Presiden Prabowo bahkan menetapkan kopi dan kakao sebagai bagian dari sepuluh komoditas unggulan yang akan didorong agar Indonesia menjadi produsen teratas dunia.

Instruksi ini ditindaklanjuti Menteri Pertanian dengan program penyediaan benih kopi dan kakao gratis bagi petani di seluruh Indonesia, mencakup ratusan ribu hektare lahan rakyat melalui program hilirisasi perkebunan. Artinya, petani di Gayo, Lintong, Solok, hingga Pesisir Selatan akan mendapatkan akses bibit kopi dan kakao unggul tanpa biaya.

Kebijakan ini bukan saja mendorong swasembada bahan baku, namun juga diharap membuka 1,6 juta lapangan kerja baru di pedesaan dalam beberapa tahun ke depan.

Menjaga kopi dan kakao Sumatera

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |